Ahmad Baedowi Dosen Universitas Indonesia

Penetrasi Media Baru dalam Dakwah

2 min read

Source: ltnnujabar.or.id
Source: ltnnujabar.or.id

Media bukan sesuatu yang asing lagi di era ini, media merupakan bagian sentral dalam proses komunikasi, new media atau media baru merupakan media yang sedang marak-maraknya digunakan oleh tiap individu yang melakukan proses komunikasi, semakin canggih media yang digunakan akan semakin membuat setiap orang lebih bersemangat dalam berkomunikasi dalam bentuk verbal atau non-verbal.

Denis McQuail mendefinisikan new media atau media baru sebagai perangkat teknologi elektronik yang berbeda dengan penggunaan yang berbeda pula. Media elektronik baru ini mencakup beberapa sistem teknologi seperti: sistem transmisi (melalui kabel, nir kabel atau satelit), sistem miniaturisasi, sistem penyimpanan dan pencarian informasi, sistem penyajian gambar (dengan menggunakan kombinasi teks dan grafik secara lentur), dan sistem pengendalian oleh komputer.

Hal utama yang membedakan media baru dengan media lama adalah desentralisasi (pengadaan dan pemilihan berita tidak lagi sepenuhnya berada di tangan komunikator), kemampuan tinggi (pengantaran melalui kabel atau satelit mengatasi hambatan komunikasi yang disebabkan oleh pemancar siaran lainnya) serta komunikasi timbal balik.

Media saat ini menjadi sebuah entitas yang membawa berbagai ideologi bahkan agama. Media baru yang dihasilkan dari teknologi baru saat ini membawa nilai-nilai agama baru. Jika ditelusuri lebih jauh media ternyata membawa teologi baru (new teology) dalam beragama. Hampir secara keseluruhan masyarakat mencari sumber hukum agama atau dasar teologi dari media baru (teology on new media).

Media baru membawa nilai baru dalam beragama bagi sebagian masyarakat. Sehingga dengan kehadiran media baru tersebut sebagian orang cenderung mengambil nilai agama melalui media. Sebagai contoh adalah dengan berkembanganya media online yang mendakwahkan agama. Media ini juga memuat konten ajaran Islam. Bahkan seseorang yang ingin mencari referensi al-Qur’an dan al-Hadis hanya perlu mengklik sebuah situs online, maka referensi yang dicari akan muncul.

Baca Juga  Ketika Saintifikasi Alquran Diakui oleh Sarjana Barat

Sebagai contoh adalah penggunaan media online atau youtube untuk menyebarkan berbagai video dakwah Islam. Jika dahulu, ceramah atau dakwah dilakukan dengan ceramah di mimbar, maka sekarang cara tersebut sudah tidak efektif dilakukan. Dakwah atau penyebaran agama Islam akan lebih efektif dengan memanfaatkan media baru atau internet. Selain itu, hasilnya akan dilihat oleh orang lain dalam jumlah yang tidak terbatas.

Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia. Dalam menjalankan tugasnya, Rasulullah melaksanakan proses dakwah dengan mengutamakan tindakan persuasif dan menjadi teladan yang baik bagi umat manusia. Dinamika dakwah yang tercatat dalam rentetan sejarah panjang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan tugas sebagai rasul dengan sangat baik.

Aktivitas dakwah yang dilakukan Rasulullah menjadi ajaran yang harus dilaksanakan oleh umat muslim, seperti yang tertuang dalam QS. al-Nahl ayat 125:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٢٥

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. al-Nahl ayat 125).

Dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses, dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Di zaman ini dakwah tidak cukup disampaikan dengan lisan tanpa bantuan alat-alat modern yang sekarang ini terkenal dengan sebutan alat-alat komunikasi massa, yaitu media cetak maupun elektronik yang jangkauan dakwahnya tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Baca Juga  Ibnu Sina dan al-Razi: Sumbangsih Pemikir Muslim dalam Ilmu Kedokteran

Masyarakat masa kini adalah masyarakat plural yang berkembang dengan berbagai kebutuhan yang praktis. Agama dan spiritulitas menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat muslim saat ini. Keduanya tidak hanya bisa dijumpai di tempat-tempat sakral seperti rumah ibadah, namun dapat dijumpai dimana saja. Sehingga penetrasi media baru serta kecanggihan teknologi mau tidak mau akan menjadi idaman dalam kehidupan masyarakat.

Kecanggihan teknologi telah membuka sekat dan menghilangkan batas ruang dan waktu, sehingga memilih dan menggunakan media dakwah yang tepat sudah merupakan keharusan dan tuntutan zaman. Dengan demikian, media dakwah dalam bentuk media baru merupakan wasilah bagi keberhasilan dakwah yang dilakukan.

Dakwah melalui internet dewasa ini sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Semakin hari, muatan negatif di dunia maya dan informasi menyesatkan dan menyudutkan ummat semakin banyak. Hal ini bila tidak mendapatkan sentuhan dakwah Islamiyyah yang wasathiyyah, akan menjadikan para pengguna internet terjebak pada kubang hitam dunia maya.

Sudah saatnya para pelaku dakwah mengembangkan dakwah melalui media baru, karena dengan begitu, internet akan digunakan sebagai media/sarana dakwah oleh semua lembaga ataupun perorangan. Mengingat teknologi ini memiliki kelebihan luar biasa dalam hal jangkauan penyebarannya, sehingga bisa diakses kapanpun dan di manapun tanpa membutuhkan ruang dan waktu tertentu. [MZ]

Ahmad Baedowi
Ahmad Baedowi Dosen Universitas Indonesia