Riko Setiyawan Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Bersyukur ialah Kunci Kebahagiaan Hidup

1 min read

Kredit: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Bersyukur dalam Islam adalah bentuk rasa terima kasih atas segala nikmat, rezeki, kehidupan, kesulitan dan kebahagiaan yang kita terima. Bersyukur merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]: 7).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan yang erat dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Sayangnya, kita sering lupa untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kita terlalu fokus pada kesulitan dan kekurangan yang kita alami sehingga lupa untuk menghargai apa yang kita miliki. Padahal, rasa syukur adalah kunci kebahagiaan dalam hidup.

Meskipun Allah mewajibkan hamba-Nya untuk bersyukur, bukan berarti Allah mewajibkan manusia untuk mengungkapkan rasa syukur. Sebab, tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, dan Maha Kuasa. Namun, Allah memerintahkan umat-Nya untuk bersyukur karena hal itu akan menambah kebahagiaan manusia.

Mengapa rasa syukur itu penting? Bersyukur membantu kita untuk lebih menghargai nikmat yang Allah berikan kepada kita. Dengan bersyukur, kita akan lebih mudah melihat sisi positif dari kehidupan dan mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Selain itu, bersyukur juga dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Ketika kita bersyukur, kita akan lebih bahagia dan puas dengan apa yang kita miliki.

Ada banyak cara untuk bersyukur. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan mengucapkan alhamdulillah setiap kali kita menerima nikmat dari Allah. Namun, bersyukur bukan hanya sekedar ucapan. Kita juga harus menunjukkan rasa syukur kita melalui tindakan.

Baca Juga  Law of Attraction dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadis

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah. Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan adalah dengan melakukan salat tahajud. Salat tahajud adalah salat sunah yang dilakukan pada malam hari. Ketika salat tahajud, kita dapat merenungkan nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita dan memohon agar kita diberi kesempatan untuk selalu bersyukur atas karunia-Nya.

Selanjutnya, bersedekah adalah cara lain untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah. Dengan bersedekah, kita membantu mereka yang membutuhkan dan mensyukuri nikmat yang telah kita terima. Bersedekah juga dapat membantu kita mengatasi sifat tamak dan lebih memikirkan kepentingan orang lain.

Selain salat tahajud dan bersedekah, doa adalah cara yang paling sederhana untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan. Dalam doa, kita dapat mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita dan meminta agar kita dianugerahi kemampuan untuk bisa selalu bersyukur atas rahmat-Nya.

Ketika Allah memberikan kita kegembiraan, kebahagiaan, dan anugerah yang melimpah, maka kita harus memanfaatkan kegembiraan tersebut untuk menjaga hati, perkataan dan perbuatan kita di jalan Allah. Sebagai contoh, Allah memberikan kita kesehatan maka kita harus menjaganya dengan cara berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang menyehatkan, dan merawat tubuh agar terhindar dari penyakit.

Tak bisa dielak, bersyukur adalah kunci kebahagiaan dalam hidup. Dengan bersyukur, kita dapat menghargai karunia yang diberikan Tuhan dan mengatasi kesulitan yang kita hadapi.  Jangan sampai kita menjadi salah satu dari orang-orang yang tidak bersyukur.

Dalam surah al-Baqarah [2]: 152 dijelaskan bahwa kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah limpahkan dan tidak kufur kepada-Nya dengan mengingkari nikmat-Nya serta malah menggunakannya untuk hal-hal yang dilarang. Dengan bersyukur, kita akan lebih bahagia dan puas dengan apa yang kita miliki. Semoga kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. [AR]

Riko Setiyawan Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya