Tafsir Ketaatan Ulil Amri antara Salafisme dan Muhammadiyah
Artikel ini membahas tafsir ketaatan ulil amri antara Salafisme dan Muhammadiyah serta implikasinya bagi etika politik Islam.
Artikel ini membahas tafsir ketaatan ulil amri antara Salafisme dan Muhammadiyah serta implikasinya bagi etika politik Islam.


Dalam budaya yang tak pernah berhenti bergerak, penyederhanaan menjadi bentuk perlawanan spiritual, suatu tindakan untuk merebut kembali waktu, niat, dan kehadiran.


Media sosial kini menjadi ruang berbagi kebaikan, namun juga melahirkan praktik pamer sedekah. Artikel ini membahas fenomena tersebut menurut hukum Islam, termasuk riya’, tadlis, dan pengaruhnya terhadap kepercayaan masyarakat.


Kekuasaan sering tampil rapi di layar depan, tetapi di baliknya bekerja kompromi, normalisasi, dan tangan-tangan yang jarang disorot nurani.


Bagi Jamal al-Banna, fikih tidak diukur dari kesahihan teks semata, melainkan dari keberpihakannya pada keadilan dan martabat manusia.


Amanah dalam kepemimpinan adalah ujian moral dan menuntut pengendalian ego sebagaimana tercermin dalam kisah Abu Nawas


Tradisi spiritual Islam menawarkan alternatif dari slow living, yang berakar pada tumakninah, keadaan ketenangan batin yang berakar pada kehadiran, kepercayaan, dan ritme etis.


Ketika ceramah dipotong dan diviralkan, tafsir agama tak lagi lahir dari proses panjang, tetapi dari timeline dan kolom komentar


Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, Al-Qur’an hadir sebagai kompas kehidupan yang menuntun manusia pada akhlak, keadilan, dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.


Banjir bukan sekadar bencana alam, melainkan cermin krisis ekologis akibat pengkhianatan manusia atas tanggung jawab menjaga keseimbangan bumi.

