










Menjaga lingkungan menjadi salah satu pesan penting bagi umat Islam agar terus menjaga alam sebagai amanah dari Allah. Lingkungan yang lestari adalah bagian dari ibadah dan wujud ketakwaan

Momentum November sebagai hari pahlawan ini harus menjadi momentum untuk berani katakan yang benar untuk melawan yang salah.

Khutbah Jumat ini mengajak umat Islam bijak bermedia sosial di era digital. Umat diingatkan untuk selektif terhadap tontonan dan informasi agar terhindar dari hoaks serta konten menyesatkan, demi menjaga iman, akhlak, dan ketenangan hati di tengah disrupsi informasi.

Tidak ada keberhasilan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kecuali dengan kesabaran.

Kita harus melatih diri untuk terus berempati kepada sesama meski dengan tindakan kecil.

Di Tangan Perempuan, Arah Peradaban Ditentukan

Islam menempatkan keadilan peran suami istri dalam rumah tangga berbasis cinta dan kesalingan. Teladan Rasulullah saw menegaskan peran tanpa paksaan dan saling menguatkan

Para sufi berpendapat bahwa berpikir berlebihan (overthinking) berasal dari ilusi spiritual yang mendasarinya, yaitu keyakinan bahwa kita dapat mengendalikan hasil melalui upaya mental.

Ilmu, Iman, dan kesadaran adalah modal penting bagi perempuan muslimah untuk bertahan di era modern.

Studi tafsir hari ini tidak lagi sederhana. Ada banyak problematika yang perlu diurai dengan cara yang lebih bijak. Pendekatan nilai bisa menjadi jalan tengahnya

Budaya lokal Indonesia menyimpan nilai, filosofi, dan tradisi yang mencerminkan karakter bangsa.

Betapapun hebatnya pencapaian manusia, semua itu tetap berada dalam ruang lingkup kekuasaan Allah yang tidak terjangkau oleh akal, apalagi kemampuan manusia.

Etika lingkungan dalam Islam menawarkan solusi untuk krisis ekologi global dengan menekankan tanggung jawab manusia merawat dan menjaga keseimbangan alam

Fenomena hijrah makin berkembang melalui konten agama di media sosial. Pelajari cara belajar agama yang tepat agar tidak salah arah dan tetap bijak

Interpretasi sufistik tentang tawakal mengajarkan bahwa ambisi seharusnya memperluas jiwa, bukan mempersempitnya; ambisi seharusnya menghubungkan kita dengan orang lain, bukan mengisolasi masing-masing kita dalam persaingan.
