Khutbah Jumat: Pentingnya Kemandirian dalam Islam

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mencari rezeki yang halal sebagai bentuk ikhtiar dan menjaga kehormatan diri.

Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, kemandirian merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjaga kehormatan seorang mukmin. Al-Qur’an dan sunah Rasulullah mengajarkan bahwa perubahan hidup harus diawali dengan ikhtiar, kerja keras, serta tawakal kepada Allah. Melalui khutbah Jumat ini, khatib mengajak umat Islam untuk meneladani para nabi yang bekerja dengan tangan mereka sendiri dan tidak menggantungkan hidup kepada sesama manusia.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١

Jemaah salat Jumat dirahmati Allah,

Di antara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia adalah kemampuan untuk berusaha dan mengubah kehidupannya. Islam mengajar umatnya menjadi pribadi yang kuat, bekerja keras, dan tidak menggantungkan hidup kepada sesama manusia. Karena itu, perubahan hidup tidak akan lahir tanpa usaha

Pada kenyataannya, terkadang rasa lelah, letih, atau bahkan putus asa kerap menghantui kita sebagai manusia. Hal itu tentu, wajar dan sah-sah saja. kita memang manusia yang mengeluh saat hidup terasa susah dan senang saat kebahagiaan datang, itu lah fitrahnya.

Hadirin rahimakumullah

Perubahan hidup kita menuntut usaha dari diri kita sendiri. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berusaha dan Rasulullah memberikan teladan kepada umatnya agar hidup mandiri dan menjaga kehormatan diri melalui pekerjaan yang halal.

Allah berfirman dalam penggalan surah Ar-Ra’du ayat 11.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١  

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Kemandirian merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya, agar manusia hanya menghamba kepada Sang Pencipta, bukan kepada apa yang mereka butuhkan atau inginkan.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Allah mengharuskan kita untuk terus berusaha dan ikhtiar, termasuk untuk menjadi orang yang mandiri, makan dengan hasil keringat sendiri dengan cara halal dan berikan nafkah kepada keluarga tanpa merepotkan orang lain.

Bahkan, para nabi yang dimuliakan Allah tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak menggantungkan diri kepada manusia.

Disebutkan dalam Riyadhus Shalihin Nabi Muhammad saw. bersabda,

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطّ خَيرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ دَاوُدَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidak ada satu makanan pun yang terbaik dimakan seseorang kecuali hasil kerjanya sendiri. Sungguh Nabi Dawud itu makan dari hasil kerja kerasnya!”

Sebaik-baiknya makanan yang kita makan adalah hasil jerih payah sendiri, bukan hanya terbaik saja, makanan dari hasil kerja halal merupakan makanan paling bersih, bahkan tersuci.

Kita boleh saja makan dari hasil pemberian, atau dikasih oleh teman sejawat, tetapi makanan yang dihasilkan dari jerih payah dan kerja keras sendiri itu lebih utama dari pada makanan lainnya.

Jemaah salat Jumat,

Renungkanlah sosok Nabi Dawud as.; beliau adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan luas. Namun, kemuliaan kedudukannya tidak menjadikan beliau bergantung kepada harta kerajaan. Beliau tetap bekerja dengan tangannya sendiri sebagai pembuat baju zirah, lalu memakan hasil usahanya.

Demikian pula Nabi Muhammad saw. Sebelum diangkat menjadi rasul, beliau menggembala kambing dan berdagang. Hal ini menunjukkan bahwa bekerja bukanlah sesuatu yang mengurangi kemuliaan seseorang, justru menjadi bagian dari kemuliaan akhlaknya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Bagi siapapun yang sedang berusaha demi diri sendiri atau keluarga tercinta, ingatlah bahwa jerih payah dan usaha kita bernilai di sisi Allah. Jangan sampai kita merasa kecil hati atas rahmat dan pertolongan Allah.

Mungkin hasilnya belum sebesar yang diharapkan. Mungkin rezekinya belum lapang. Namun selama usaha itu halal dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, setiap tetes keringat itu bernilai ibadah di sisi Allah.

Para nabi saja bekerja untuk mandiri, maka sungguh tidak pantas apabila kita memilih hidup dengan terus bergantung kepada pemberian orang lain, padahal para nabi telah memberikan teladan bekerja dan berusaha.

Di era digital seperti sekarang ini, bentuk pekerjaan semakin beragam. Apa pun profesinya, hendaknya menjadi jalan mencari rezeki yang halal dan menyebarkan kebaikan, bukan menjadi sarana menyebarkan fitnah, kebencian, atau kebohongan.

Melalui khutbah yang singkat ini, saya mengajak diri saya sendiri dan kita semua agar menjadi hamba-hamba Allah yang menjaga kehormatan dirinya dengan bekerja, berusaha, dan bertawakal kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kuat dalam iman, giat dalam ikhtiar, serta dicukupkan dengan rezeki yang halal dan penuh keberkahan.

هَدَانِي اللهُ وَاِيَّاكُمْ

أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.

فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.