Sufisme Melampaui Mistisisme: Teknologi Diri dan Disiplin Spiritual
Menggambarkan sufisme hanya sebagai mistisisme berarti mengabaikan sebagian besar kekayaannya.
Menggambarkan sufisme hanya sebagai mistisisme berarti mengabaikan sebagian besar kekayaannya.


Di tengah kecemasan manusia modern yang terobsesi mengendalikan segalanya, Dzulhijjah hadir membawa pelajaran berharga tentang seni melepaskan. Melalui haji dan kurban, Islam mengajarkan bahwa ketenangan batin justru lahir ketika manusia mampu melonggarkan keterikatan duniawi dan berserah diri kepada Allah.


Pertimbangkan tubuh. Sebagian besar individu secara alami berbicara tentang “tubuhku”, tetapi tidak seorang pun memilih genetika, tempat kelahiran, keluarga, dan banyak kondisi lain yang membentuk keberadan mereka.


Selama bertahun-tahun, masjid menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Muslim. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi ruang utama penyelenggaraan pengajian dan majelis taklim. Namun, belakangan ini lanskap tersebut mulai bergeser. Sebuah fenomena baru lahir ketika ruang publik seperti perkebunan, kafe, hingga hamparan pantai beralih fungsi menjadi panggung pengajian. Fenomena ini tidak lagi menjadi kasus kasual […]


Kesepian digital dan keterasingan sosial membuat sebagian remaja rentan terhadap narasi ekstremisme berbasis kekerasan yang menyebar melalui algoritma media sosial.



Di tengah dunia yang semakin bising, kesunyian dan tafakkur menjadi jalan bagi hati untuk kembali menemukan kedekatannya dengan Allah Swt.



Pengorbanan sesungguhnya di Hari Raya Iduladha bukanlah sekadar hewan yang ada di luar diri kita, melainkan hewan yang gelisah di dalam diri kita.



Islam milik semua orang, tetapi semua orang berusaha mendefinisikannya untuk orang lain. Ketegangan ini mengungkapkan kebenaran yang tidak nyaman.


“Jangan mempertanyakan agama” merupakan salah satu ucapan yang tampaknya bernada saleh, rendah hati, dan protektif. Ucapan ini sering dilontarkan atas nama rasa hormat, iman, atau ketulusan spiritual. Dalam hal ini, pertanyaan digambarkan sebagai hal yang berbahaya karena dapat melemahkan keyakinan, mengganggu keharmonisan komunitas, atau menjauhkan individu dari Tuhan. Namun, di balik kekhawatiran yang tampaknya religius […]


Pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan siap kerja, tetapi membentuk manusia yang mampu memahami makna hidup. Di tengah tuntutan industri dan derasnya arus otomasi, bagaimana pendidikan menemukan keseimbangan antara kompetensi dan nilai?

