Diva Prita Prameswari Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

Membahagiakan Kedua Orang Tua untuk Meraih Surga

2 min read

Berbakti kepada orang tua, merupakan salah satu ajaran sangat penting dalam islam. Kita mengenalnya dengan istilah birrul walidain. Bahkan, bakti kepada orang tua juga menjadi bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Bukan hanya penting, tetapi juga menjadi kewajiban setiap muslim. Bahkan, bentuk berbakti juga harus kita imbangi dengan kasih sayang terbaik untuk orang tua.

Berbakti juga tidak sebatas saat orang tua masih hidup. Para sahabat Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana bakti terbaik yang dapat dilakukan saat orang tua telah meninggal dunia. Seperti, memberikan doa terbaik, menyelesaikan hutangnya, bahkan hingga menunaikan nadzar orang tua yang belum tersampaikan. Seperti haji dan zakat atas nama orang tua yang telah meninggal.

Bagi sebagian anak, dapat membahagiakan dan merawat orang tuanya di masa usia senja mereka merupakan impian. Untuk mewujudkannya, anak-anak tersebut belajar dan bekerja dengan rajin untuk bisa menumbuhkan perasaan bahagia dan bangga di benak kedua orang tuanya. Sebagian anak dapat mewujudkan impian tersebut.

Sementara itu, sebagian lainnya tidak dapat melakukannya, karena Allah Swt mempunyai kehendak lain, dengan memanggil kedua orang tuanya berpulang. Sedih dan sesal di hati, mungkin sempat terasa. Akan tetapi, rasa sedih dan sesal tersebut, harus dikelola dengan bijak, supaya tidak berkelanjutan.

Namun, beberapa waktu belakangan, ada beberapa kejadian dimana anak tidak menghormati yang orang tuanya. Ada anak yang menempuh jalur hukum menggugat harta kepada ibu ataupun ayahnya yang sudah sepuh. Ditempat lain, ada pula anak yang menuntut orang tuanya lantaran memakai kendaraan roda empat yang tercatat atas nama si anak. Masih ada beberapa kasus tuntutan harta warisan yang dilakukan anak kepada orang tuanya.

Baca Juga  Belajar dari Kontestasi Kreatif Muhammadiyah-NU

Dengan berbagai pertimbangan, sebagian anak memilih menitipkan orang tuanya di panti jompo. Demikianlah yang terjadi di masyarakat kita. Kita tidak bisa memungkirinya.

Berbakti kepada keduanya dengan beragam kebaikan yang mampu dikerjakan oleh anak, sesuai dengan kesanggupannya, seperti memberi makan dan pakaian kepada orang tuanya, mengobati penyakit keduanya, mencegah gangguan yang akan menimpa keduanya dan berkorban untuk kebaikan keduanya.

Menghormati dan menyayangi orang tua telah diperintahkan agama. Terdapat sangat banyak kebahagiaan dan keberkahan bila melakukannya. Lebih-lebih, salah satu kunci dikabulkannya doa adalah dengan berbakti dan mengabdi kepada orang tua terutama seorang ibu. Selain juga dapat menjadi syarat mendapatkan ridho Allah Swt, serta sebab masuknya ke jannah-Nya.

Bagaimana Islam mengatur etika interaksi anak kepada orang tuanya? Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazaairi di dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan adab dan etika Islam soal interaksi anak kepada kedua orang tuanya. Taat dan patuh terhadap keduanya dalam semua perintah dan larangannya kecuali jika perintah dan larangan keduanya bertentangan dengan perintah dan larangan Allah Swt, maka anak wajib mendahulukan perintah Allah Swt dan larangan-Nya.

Meskipun demikian, orang tua dan anak tetaplah pribadi yang berbeda. Sehingga, antara orang tua dan anak perlu bersama-sama berupaya menumbuhkan dan menguatkan perasaan kasih sayang dan saling menghargai.

Apa yang dilakukan anak terhadap orang tua bergantung cara orang tua menyikapi dan membesarkan anak. Orang tua yang sering memarahi anak, kemungkinan menyebabkan anak memiliki referensi yang buruk tentang cara memperlakukan orang tua. Orang tua yang membesarkan anak dengan kasih sayang, pasti anaknya akan bersedia berkorban apapun untuk orang tuanya.

Orang tua adalah madrasah pertama, bagaimanapun, dari kedua orang tualah anak belajar pertama kali. Sejak kecil, anak melihat, memperhatikan, bahkan meniru sikap dan apapun yang dilakukan orang tuanya. Dan seiring berjalannya waktu memilah dan memilih mana sikap yang baik dan yang tidak baik. Lantas, setelah memilih pemahaman yang baik, anak dapat mencegah dan menghindarkan dirinya dari bersikap yang tidak baik.

Baca Juga  Menghilangkan Kesulitan dan Memaknai Hidup (1)

Bila orang tua mendidik anak-anaknya sesuai syariat, maka anak-anak akan dapat mengayomi orang tuanya dengan penuh kasih sayang. Bahkan, kebersamaan dengan orang tua yang telah sepuh, menghadirkan keberkahan dalam keluarga.

Dengan demikian, melimpahi anak dengan kasih sayang, kelembutan, dan perhatian mempunyai makna sangat besar. Dampaknya pun luar biasa dalam membangun ikatan orang tua dan anak di kemudian hari. Terlebih lagi, semua kenangan yang dialami anak, akan terukir sepanjang hidupnya.

Maka suksesnya orang tua mendidik anaknya merupakan inventaris akhirat yang sangat besar. Anak tidak lagi menjadi penghalangnya, justru ia mampu mendatangkan syafaat bagi orang tua untuk dapat berkumpul di surga. Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua. (mmsm)

Diva Prita Prameswari Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya