Nurhaini Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Benazir Bhutto Figur Pemimpin Perempuan Pertama Pakistan

2 min read

Benazir Bhutto Presiden perempuan dari Pakistan

Putri Sang Timur adalah julukan dari (Almh) Benazir Bhutto. Benazir adalah sosok pemimpin perempuan paling terkenal di dunia Internasional, karena beliau telah berhasil mencapai pemimpin politik tertinggi di negara Pakistan.

Benazir Bhutto lahir di Karachi pada Kamis, 21 Mei 1953. Benazir adalah putri pertama dari mantan Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto, serta anak pertama yang mewarisi Partai Pakistan ayahnya (PPP). Benazir adalah seorang politisi Pakistan yang telah tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang menjalankan negara Muslim selama jabatan kolonial.

Benazir Bhutto tumbuh di lingkungan yang masih buta huruf, karena itu pengetahuan dan keilmuan masyarakat disana masih minim terkait tugas perempuan dan laki-laki. Masyarakat disana cendrung mengatakan bahwa perempuan cukup hanya sebatas menjalankan rumah tangga saja sementara laki-laki hanya bertugas mencari nafkah.

Pembagian tugas di atas membuat penduduk Pakistan percaya, karena mereka berfikir pembagian tugas itu telah diatur oleh alam secara luhur yang sangat adil dan diperkuat oleh interpretasi beberapa Ulama yang penduduknya adalah beragama Islam. Di dalam Islam sendiri tidak mengizinkan perempuan sebagai imam dalam sholat dan kiasannya perempuan tidak diperbolehkan menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu, masyarakat Pakistan mempertahankan pemikiran tersebut.

Dalam situasi seperti itu, ternyata Benazir Bhutto telah berhasil menunjukkan perbedaan fundamental dalam konteks hidupnya. Benazir mengalami proses sosialisasi, internalisasi dan skor, nilai-nilai yang terintegrasi dengan baik karena upaya aktif selama sekolah dan berbagai pengalaman hidup yang memiliki dampak positif cukup besar dalam pembentukan karakter, sehingga kepribadian seorang Benazir jauh berbeda dari perempuan lainnya di Pakistan.

Sehubungan dengan perjalanan keilmuan Benazir Bhutto setelah menyelesaikan studi awalnya di Pakistan dan memutuskan untuk kuliah di Amerika Serikat tepatnya di Radcliffe College dan melanjutkan studi di Universitas Harvard, kemudian Benazir kembali sekolah di Oxford dengan gelar Sarjana Hukum dan gelar Diploma Internasional tahun (1973-1977).

Baca Juga  M. Said Ramadhan al-Buti dan Gelar al-Ghazali Masa Kini

Benazir Bhutto mulai memimpin Pakistan sejak pemilihan pertamanya sebagai Perdana Menteri pada tahun (1988). Periode kepemimpinan Benazir diwarnai oleh berbagai prestasi yang akan selalu bersinar di dunia Internasional. Benazir dikenal dekat dengan pemerintah George H.W Bush karena didasarkan pada kesamaan visi yang menentang komunisme, bahkan benazir juga tidak ragu sama sekali terhadap “Frankenstein America”.

Benazir memenangkan pemilihan umum pada tahun 1988 dan menjadi perdana menteri pertama di negara Muslim. Ini terjadi setelah ia mengasingkan diri ke London pada thaun 1977 dan diperbolehkan untuk Kembali pada tahun 1984. Sekembalinya Bhutto, ia ditunjuk menjadi ketua PPP menggantikan ayahnya yang dihukum mati oleh Zia Ul-Haq. Pada pemilu 1988 PPP memenangkan kursi terbanyak di parlemen dan akhirnya Benazir diangkat menjadi perdana Menteri pertama perempuan di Pakistan.

Walt Disney, pelopor kartun (PPP) memenangkan pemilihan pada Oktober 1992 dan Benazir kembali menjadi pemimpin pemerintah Koalisi. Pemerintah Benazir telah dituduh korupsi. Presiden Faroq Leghari menangkap pemerintah Benazir dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara tahun 1999 atas dasar korupsi. Benazir terus mengendalikan partainya dari luar negeri dan menegaskan kembali sebagai pemimpin (PPP) di tahun 2002.

Benazir kembali ke Pakistan pada 18 Oktober 2007, setelah Presiden Musharraf memberi pengampunan dari semua tuduhan korupsi. Setelah 8 tahun pengasingan, kembalinya Benazir di Pakistan disambut oleh serangan bunuh diri yang menewaskan 136 orang. Benazir selamat dari teror itu. Che Guevara, simbol Revolusi Benazir World mengatakan insiden itu adalah hari paling gelap di Pakistan. Ketua memberlakukan keadaan darurat pada 3 November 2007.

Hari itu menjadi sulit baginya karena dia dibunuh oleh orang yang menembak tembakan terhadap Benazir. Setelah membunuhnya, pelaku meledakkan dirinya sendiri dengan bom. Pelaku menyerang setelah berpidato di depan ribuan pendukung. Ratusan ribu deuleal memberikan penghormatan terakhir terhadap Benazir Bhutto pada tanggal 28 Desember 2007.

Baca Juga  Peer Group dan Hubungan Kekariban Gus Mus dan Gus Dur [1]

Itulah biodata serta pemikiran dari tokoh perempuan yang memiliki penampilan khas dengan penutup kepala tersebut. Benazir memperperjuangkan demokrasi dan hak-hak perempuan. Beliau juga memimpin rakyatnya untuk melawan kekerasan terhadap perempuan, menolak untuk menjadi kriginasi dan segala bentuk pelecehan terhadap perempuan. Benazir bahkan menekankan pentingnya memeriksa berbagai sanksi yudisial, terutama mengingat pengaruh kondisi sosial yang sulit dan biasa-biasa saja dijalani oleh masyarakat menyebabkan perempuan melanggar beberapa aturan hukum. (MMSM)

Nurhaini Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram