Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Perkuat Pemahaman Agama Yang Moderat, Rumah Moderasi Beragama dan Kontra Terorisme UIN Sunan Ampel Adakan Training of Trainer

1 min read

Surabaya – Rumah Moderasi Beragama dan Kontra Terorisme (RMBKT) UIN Sunan Ampel gelar kegiatan Training of Trainer (ToT) yang mengangkat pentingnya penguatan moderasi beragama bagi dosen perguruan tinggi keagamaan.

Kegiatan ini digelar sekama sepekan penuh (4-10/12) dan dengan peserta dari kalangan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan yang berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memoderasi diskusi keagamaan yang inklusif dan menghargai perbedaan.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si, selaku Warek III UIN Sunan Ampel yg sekaligus menandai komitmen perguruan tinggi dalam mendorong atmosfer yang inklusif dan beragam.

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan dosen untuk menjadi agen perubahan yang mempromosikan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan di lingkungan akademik,” ujar Prof. Abdul Muhid.

Dalam kegiatan ini, turut hadir pula Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki dan Efa Ainul Falah, sebagai narasumber yang mengisi pada sesi hari ke-2. Secea khusus, kedua narasumber  menyoroti strategi memoderasi diskusi yang menghormati beragam sudut pandang keagamaan tanpa mengesampingkan nilai-nilai keberagaman yang ada.

Sementara Prof. Akh. Muzakki mengatakan, “Moderasi beragama yang baik menjadi kunci penting untuk membangun pemahaman yang lebih baik antar sesama dengan latar belakang keagamaan yang berbeda.”

“Kami berusaha memberikan keterampilan praktis kepada dosen untuk membuka ruang diskusi yang aman, mendalam, dan terbuka bagi semua pandangan keagamaan,” ungkap Efa Ainul Falah.

Sejalan dengan itu, ketua Rumah Moderasi Beragama dan Kontra Teorisme UINSA Hasan Mahfudh mengungkapkan, “Acara ini sangat penting, untuk melahirkan fasilitator-fasilitator yang kompeten dalam memperluas sekaligus mengkampanyekan moderasi beragama di seluruh kementerian.”

Lebih lanjut, Hasan menegaskan pentingnya kegiatan ini guna menguatkan kapasitas individu sekaligus memberikan fondasi yang kokoh bagi perguruan tinggi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif.

Baca Juga  Temu Nasional Gusdurian 2020: Ada Upaya Menormalisasi Teror di Media Digital

Melalui kegitan ini para peserta yang terlibat akan dapat membawa perubahan positif yang signifikan di lingkungan akademik mereka.

“Kegiatan Training of Trainer (ToT) ini dapat menjadi langkah maju dalam memperluas pemahaman keberagaman di institusi pendidikan tinggi dan menjadikannya sebagai model inspiratif bagi upaya serupa di masa depan,” tegas Hasan.

Redaksi Redaksi Arrahim.ID