Alasan Ungkapan “Islam Mengatakan” atau “Menurut Islam” Menjadi Masalah
Ungkapan “Islam mengatakan” terdengar berwibawa, tetapi siapa sebenarnya yang sedang berbicara?
Ungkapan “Islam mengatakan” terdengar berwibawa, tetapi siapa sebenarnya yang sedang berbicara?


Apakah agama penemuan terbesar umat manusia? Bagaimana jika agama adalah undangan bagi umat manusia untuk bergabung dengan alam semesta yang selama ini telah senantiasa beribadah?


Mungkin keheningan tidak pernah benar-benar kosong, lantaran ia telah dengan sabar menanti kita untuk tenang mendengar apa yang selama ini terpendam.



Tujuan kesalehan bukanlah sekadar kepatuhan, tetapi terutama juga transformasi.


Meskipun lembaga-lembaga seperti pesantren dan gereja tetap penting, platform digital telah menciptakan jalur alternatif untuk memainkan peran yang serupa.


Gerakan keagamaan cukup krusial karena ia adalah salah satu cara paling ampuh yang digunakan manusia untuk mengubah ide menjadi komunitas dan keyakinan menjadi tindakan


Menggambarkan sufisme hanya sebagai mistisisme berarti mengabaikan sebagian besar kekayaannya.


Pertimbangkan tubuh. Sebagian besar individu secara alami berbicara tentang “tubuhku”, tetapi tidak seorang pun memilih genetika, tempat kelahiran, keluarga, dan banyak kondisi lain yang membentuk keberadan mereka.


Pengorbanan sesungguhnya di Hari Raya Iduladha bukanlah sekadar hewan yang ada di luar diri kita, melainkan hewan yang gelisah di dalam diri kita.


Islam milik semua orang, tetapi semua orang berusaha mendefinisikannya untuk orang lain. Ketegangan ini mengungkapkan kebenaran yang tidak nyaman.

