Ahmad Tsauri Alumnus PP Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo; Dosen IAIN Pekalongan

Ustaz Wahabi Indonesia Mengharamkan Film Kartun dan Dongeng? Serumit Itukah Hidup Ini

1 min read

Tak sengaja lewat di beranda, video Ustaz Wahabi, Khalid Basalamah. Yang membuat saya tertarik melihat isi video adalah judulnya yang tertulis; “Tidak ada dongeng dalam Islam”.

Dalam penjelasannya, Khalid memasukan القصة المتخيلة, cerita fiktif dan rekaan. Termasuk kartun, menurutnya haram, karena tidak sesuai dengan kenyataan.

Kadang-kadang saya berpikir, di lingkungan Islam yang sudah miskin imajinasi ini kok lahir manusia seperti Khalid Basalamah dan kenapa harus ada ajaran Wahabi.

Al-khayāliyah itu termasuk kelebihan yang hanya kepada manusia, dalam kelompok hewan (sama-sama dilahirkan, makan, minum, dan bereproduksi).

Bermula darimana imajinasi ini, manusia hidup secara nomaden, berkerumun, berkelompok, bersuku lalu berpikir untuk mendirikan sebuah Republik. Sejak ratusan tahun sebelum Masehi.

Karena potensi khayali dan imajinatif ini manusia membangun kota, membuat pesawat, mobil bahkan Supercar, dari rumah sampai gedung pencakar langit. Semuanya memang awalnya khayalan, tidak nyata lalu menjadi ada.

Saya perlu menulis seperti ini, karena menurut saya cara berpikir seperti ini seharusnya dimiliki setiap orang, apalagi ustaz atau penceramah. Jika ceramahnya tidak membawa kebaikan untuk kehidupan pendengarnya setidaknya tidak membuat jamaahnya tidak hilang kemanusiaannya.

Saya percaya agama yang baik itu tidak hanya membawa kebaikan akhirat bagi penganutnya tapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mental pendengarnya.

Sekarang yang lagi tren, lihat Gus Baha, pendengar ceramahnya pasti merasa hidupnya makin ringan setelah menyimak penjelasannya. Bukan malah nambah beban. Buktinya memenya banyak dishare semua usia terutama ibu-ibu.

Lalu soal konten fatwanya bagaimana? Menurut saya fatwa mengharamkan kartun dan film Khalid ini ngawur, karena Rasulullah Saw sendiri pernah mengizinkan Aisyah dan penduduk Madinah memainkan mainan 3 dimensi, berupa kuda yang bersayap, dalam hadis itu Rasulullah menanyakan kenapa ada kuda bersayap, mereka menjawab bukankah kuda Nabi Sulaiman bisa terbang, mendengar itu Nabi Saw hanya tertawa tidak melarang boneka rekaan yang tidak sesuai kenyataan itu.

Baca Juga  Melihat Fenomena Generasi Sandwich dalam Al-Qur’an

Saya juga ngecek video di YouTube fatwa ulama Wahabi Arab, ternyata ulama Wahabi Arab tidak mengharamkan kartun atau dongeng, karena menurutnya Nabi bahkan mengizinkan sejenis patung khayalan, padahal patung dahulu diharamkan tapi untuk mainan anak Rasulullah memperbolehkannya, apalagi hanya segedar kumpulan gambar karena saking banyaknya seakan gambar itu bergerak. Gambar-gambar itu kita sebut kartun.

Teks hadis yang saya maksud;

قدِمَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، من غزوةِ تبوكٍ – أو خيبرٍ – وفي سهوتِها سترٌ ، فهَبَّتْ ريحٌ، فكَشَفَتْ ناحيةَ السِّتْرِ ، عن بناتٍ لعائشةَ – لَعِبٌ – فقال : ما هذا يا عائشةُ ؟ قالت : بناتي ! ورأى بينَهُنَّ فرسًا له جَناحانٍ مِن رِقاعٍ ، فقال : ما هذا الذي أرى وَسَطَهُنَّ ؟ قالت : فَرَسٌ . قال : وما هذا الذي عليه ؟ قالت : جَناحان . قال : فرسٌ له جَناحانِ ؟ قالت : أما سَمِعْتَ أن لسليمانَ خيلًا لها أجنحةً ؟ قالت : فضَحِكَ حتى رَأَيْتُ نواجذَه!.

Dalam hadis ini, Rasulullah Saw tersenyum sampai gerahamnya terlihat mendengar jawab Aisyah yang imajinatif atau khayali tentang boneka kuda itu. Indah sekali bukan.

Hewan paling menjijikan bagi saya itu adalah tikus, tapi kartun Tom and Jerry, kartun tanpa suara itu adalah kartun yang paling saya sukai, waktu dulu ngaji Kitab tauhid, tijan Darori, kelas 1 SD, sampai sekarang keimanan saya tidak merasa tereduksi atau terganggu seperti yang dikhawatirkan Khalid Basalamah hanya karena saya suka menonton kartun.

Wahabi di Indonesia sangat mengerikan, mereka lebih Wahabi dari ulama Wahabi Arab Saudi sendiri.

Ini link fatwa ulama Wahabi soal kartun:

Ahmad Tsauri Alumnus PP Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo; Dosen IAIN Pekalongan