Alasan Ungkapan “Islam Mengatakan” atau “Menurut Islam” Menjadi Masalah
Ungkapan “Islam mengatakan” terdengar berwibawa, tetapi siapa sebenarnya yang sedang berbicara?
Ungkapan “Islam mengatakan” terdengar berwibawa, tetapi siapa sebenarnya yang sedang berbicara?

Salat bukan sekadar kewajiban lima waktu. Ia adalah pengingat agar manusia tidak kehilangan arah di tengah kesibukan dunia, sekaligus kesadaran bahwa hidupnya senantiasa berada dalam pengawasan Allah.

Mengapa persoalan sepele bisa berujung kekerasan? Ketimpangan ekonomi, tekanan hidup, dan lemahnya saluran politik mungkin menjadi akar kemarahan sosial.

Di era AI, PBAK tak cukup sekadar mengenalkan kampus. Mahasiswa baru perlu dibekali keberanian bertanya, berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Selama berabad-abad, manusia menghancurkan buku karena perang, sensor, dan ketakutan terhadap pengetahuan. Kini, di era AI, buku mungkin dihancurkan justru karena pengetahuannya terlalu berharga untuk tidak dipindahkan ke mesin.

Apakah agama penemuan terbesar umat manusia? Bagaimana jika agama adalah undangan bagi umat manusia untuk bergabung dengan alam semesta yang selama ini telah senantiasa beribadah?

Mungkin keheningan tidak pernah benar-benar kosong, lantaran ia telah dengan sabar menanti kita untuk tenang mendengar apa yang selama ini terpendam.

Ketika teks bertemu realitas, akal diberi ruang untuk menghidupkan ilmu

Tujuan kesalehan bukanlah sekadar kepatuhan, tetapi terutama juga transformasi.

Meskipun lembaga-lembaga seperti pesantren dan gereja tetap penting, platform digital telah menciptakan jalur alternatif untuk memainkan peran yang serupa.
