Bisakah Agama Bersifat Rasional Tanpa Harus Logis?
Agama tidak menggantikan logika, dan tidak perlu menggantikannya. Sebaliknya, agama melengkapinya, membahas dimensi yang tidak dapat sepenuhnya dicakup oleh logika saja.
Agama tidak menggantikan logika, dan tidak perlu menggantikannya. Sebaliknya, agama melengkapinya, membahas dimensi yang tidak dapat sepenuhnya dicakup oleh logika saja.


Monopoli tafsir agama sering melahirkan sikap otoriter dalam beragama. Artikel ini mengulas pemikiran Khaled Abou El-Fadl tentang pentingnya ijtihad, dialog, dan penolakan terhadap klaim kebenaran mutlak dalam Islam.


Banyak yang bertanya mengapa bukan hewan dengan anatomi mirip manusia yang muncul dalam surat Al-Maidah ayat 31. Jawabannya ternyata tersimpan pada kepadatan neuron otak gagak yang menakjubkan


Sering merasa insecure? Pahami kembali alasan Allah memilih manusia sebagai makhluk paling sempurna dan khalifah di bumi. Temukan rahasia kemuliaan kita melalui akal dan iman dalam ulasan tafsir ini


Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.


Seseorang mungkin masih mengidentifikasi diri sebagai religius, masih berpartisipasi dalam ritual, tetapi mengalami jarak yang semakin besar antara praktik dan kesadaran.


Idulfitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari fase yang berbeda, menandai momen ketika pelajaran Ramadan diuji dalam kehidupan sehari-hari.


Melepaskan dalam Islam berarti belajar untuk bergerak maju tanpa kehilangan makna. Ini tentang menerima perubahan tanpa meninggalkan niat.


Ketergantungan mahasiswa pada AI memicu kekhawatiran pudarnya nalar kritis. Lalu, bagaimana seharusnya AI digunakan dalam dunia akademik?


Makna spiritual menunggu di bulan Ramadan menjadi begitu terasa dalam menit-menit menjelang Magrib, ketika kesabaran menjadi bentuk ibadah.

