Islam dan Pascakolonialisme antara Perlawanan dan Kekuasaan
Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.
Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.


Seseorang mungkin masih mengidentifikasi diri sebagai religius, masih berpartisipasi dalam ritual, tetapi mengalami jarak yang semakin besar antara praktik dan kesadaran.


Idulfitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal dari fase yang berbeda, menandai momen ketika pelajaran Ramadan diuji dalam kehidupan sehari-hari.


Melepaskan dalam Islam berarti belajar untuk bergerak maju tanpa kehilangan makna. Ini tentang menerima perubahan tanpa meninggalkan niat.


Ketergantungan mahasiswa pada AI memicu kekhawatiran pudarnya nalar kritis. Lalu, bagaimana seharusnya AI digunakan dalam dunia akademik?


Makna spiritual menunggu di bulan Ramadan menjadi begitu terasa dalam menit-menit menjelang Magrib, ketika kesabaran menjadi bentuk ibadah.


Islam adalah agama yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad. Sejak awal kemunculannya, Islam selalu hadir di tengah masyarakat yang terus berubah. Oleh karena itu, Islam tidak bisa dilepaskan dari konteks zaman. Di era sekarang, umat Islam menghadapi tantangan besar akibat perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang sangat cepat. Kondisi ini menempatkan Islam pada sebuah […]


Di era digital, siapa pun bisa jadi “ustaz”. Konektivisme menggeser otoritas agama dan memaksa lembaga keagamaan berbenah.


Ramadan berubah menjadi musim konsumsi. Kapitalisme membajak makna puasa, menggantinya dengan ilusi kesalehan dan budaya belanja.


Tasawuf menawarkan solusi kesehatan mental di era modern melalui tazkiyatun nafs, syukur, sabar, dan tawakkal untuk mengatasi krisis spiritual manusia.

