Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Gelar Doa Untuk Negeri: Para Penghafal Alquran Berkomitmen Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

1 min read

Jakarta – Forum Silaturahmi Hafiz-Hafizah Indonesia (FASIH Indonesia) mengadakan kegiatan “Doa untu Negeri” pada Minggu (02/05) yang diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah khataman Alquran virtual dengan melibatkan pengurus dan anggotanya di Lima Zona: Depok, Bekasi, Tangerang, Jakarta, dan Bogor.

Terkait organisasi FASIH ini, Yakin selaku Presidium FASIH Indonesia mengatakan “FASIH Indonesia sendiri merupakan organisasi yang didirikan untuk menyatukan dan menghimpun seluruh penghafal (hafiz) Alquran dengan berbagai latar belakang Organisasi kemasyarakatan di seluruh Indonesia.”

“FASIH Indonesia adalah organisasi Hafizh-Hafizhah yang menaungi semua para penghafal Alquran dari berbagai latar belakang organisasi keagamaan dari seluruh Indonesia,” Kata Yakin, Presidium FASIH Indonesia.

Organisasi penghafal Alquran ini telah berdiri selama dua tahun. Yakin menyebut bahwa pengalaman Pilpres 2019 yang menyeret Alquran untuk kepentingan politik praktis adalah hal keliru. Karena itulah, FASIH Indonesia berdiri untuk mengawal Alquran agar tetap dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk hidup yang benar.

Selain khataman Alquran, kegiatan juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sehari sebelumnya, Sabtu (01/05)a. Hadir dalam acara tersebut secara virtual yakni Dewan Penasihat FASIH Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA yang juga sekaligus memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA mengapresiasi kegiatan FASIH Indonesia. Ia juga berpesan agar para  penghafal Alquran tidak menjadikan alat untuk mengejar kepentingan duniawi apalagi  untuk  menyombongkan diri yang merusak masyarakat dan negeri.

“Jangan sampai hafiz dan hafizah Indonesia menjadikan Alquran hanya untuk mencari kenikmatan dunia apalagi hanya untuk ditukar dengan uang, apalagi untuk menyombongkan dengan tujuan merusak masyarakat dan negeri,” tuturnya.

Baca Juga  Andreas Harsono: Jika Jurnalisme Bermutu, Demokrasinya Baik

Turut hadir juga Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro Pondok Cabe,  Tangerang Selatan, KH. Syarif Rahmat yang mengisi sesi ceramah agama. Dalam ceramahnya, Kiai Syarif megatakan “Jangan sampai  manusia memperjualbelikan ayat Alquran dengan tujuan yang salah. Seperti menjadikannya hujjah tindakan terorisme, aktivitas politik praktis untuk mendulang suara, dan menjadikan Alquran untuk menyesatkan  umat,” jelasnya.

Selain memperkuat silaturahmi pengurus dan anggota FASIH Indonesia serta masyarakat, salah satu tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendoakan bangsa dan negara agar tetap aman, damai, sehat dan kuat dalam menghadapi situasi yang sulit seperti sekarang ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa FASIH selain mendoakan bangsa ini, juga mendukung penuh setiap langkah aparat penegak hukum dalam memberantas segala bentuk ekstrimisme maupun terorisme”, tutur Ainul Yakin. Oleh karena itu, FASIH juga memberikan komitmen dan kesetiannya untuk terlibat aktif dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dan menolak segala bentuk tindakan serta paham radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme.

Pada kegiatan tersebut, FASIH Indonesia juga menyampaikan deklarasi terkait komitmen terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. [AA]

Redaksi
Redaksi Redaksi Arrahim.ID