Khutbah Jumat: Sabar adalah Kunci Menghadapi Kesulitan

Islam mengajarkan bahwa kesabaran dan tawakal kepada Allah merupakan sikap terbaik dalam menghadapi berbagai ujian dan kesulitan hidup, bukan larut dalam rasa khawatir.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak larut dalam kekhawatiran. Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah menyadari pentingnya sikap sabar, tawakal dalam menghadapi kesulitan hidup.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا الـمـُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣

Jemaaah Salat Jumat yang dirahmati Allah Swt.,

Sebagai hamba yang baik, kita perlu menyadari betul bahwa kita memiliki keterbatasan-keterbatasan sebagai makhluk-Nya. Kesadaran diri pada keterbatasan itu, bisa membuat kita memahami apa yang bisa kita usahakan dan apa yang tidak.

Hidup di negara Indonesia tercinta misalnya, kita tidak mungkin bisa memilih di mana kita lahir, di negara mana kita berasal. Kita memiliki garis takdir yang tidak bisa kita lampaui, kita tidak bisa memilih jodoh atau memastikan rezeki di esok hari. Tidak semua hal berada dalam kendali kita, maka yang dapat kita kendalikan adalah sikap kita terhadap ketentuan Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sikap itu adalah sabar dan syukur! Dua hal itu setidaknya bisa membuat hidup kita lebih berarti. Tanpa keduanya kita tidak bisa menikmati kehidupan yang dinamis ini.

Tentang sabar, khatib teringat dengan pesan dari Sayidina Ali bin Abi Tholib karramallahu wajhah dalam kitab Tanbihul Ghafilin.

أَيُّهَا النَّاسُ، اِحْفَظُوا عَنِّي خَمْسًا:………. أَلَا لَا يَخَافَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَّا ذَنْبَهُ، وَلَا يَرْجُو إِلَّا رَبَّهُ، وَلَا يَسْتَحِي مِنكُمْ أَحَدٌ إِذَا لَمْ يَعْلَمْ أَنْ يَتَعَلَّمَ، وَلَا يَسْتَحِي أَحَدٌ مِنكُمْ إِنْ سُئِلَ وَهُوَ لَا يَعْلَمُ أَنْ يَقُولَ لَا أَعْلَمُ.

“Wahai manusia, catatlah lima hal dariku!… 1) Ingatlah jangan sekali-kali dari kalian khawatir (atas apapun) kecuali atas dosamu! 2) Janganlah berharap selain kepada Allah (Tuhan kalian)! 3) Janganlah malu untuk belajar sesuatu yang belum kalian ketahui! 4) Janganlah malu untuk katakan “saya tidak mengerti” pada hal yang tidak kalian ketahui!” 

Hadirin salat Jumat!

Empat hal yang disampaikan oleh Sayidina Ali di atas bukankah terasa dekat dengan fenomena yang kita hadapi hari ini? Lantas, apa yang kelima?

وَاعْلَمُوا أَنَّ الصَّبْرَ مِنَ الأُمُوْرِ بِـمَنْزِلَةِ الرَأْسِ مِنَ الجَسَدِ، فَاِذَا فَارَقَ الرَأْسُ الجَسَدَ فَسَدَ الجَسَدُ، فَاِذَا فَارَقَ الصَّبْرُ الأُمُوْرَ فَسَدَتِ الاُمُورُ!

“Ketahuilah wahai manusia! Sabar itu seperti kepala dalam anggota tubuh manusia, andai kepala manusia itu terpenggal otomatis manusia bakal mati! Begitupun kalau kesabaran itu hilang, maka semuanya bakal hancur!”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Andai kita menghadapi situasi genting atau kondisi sulit sekalipun, tidak ada jalan membuat kita berdamai kecuali bersabar! Mau khawatir, jelas tidak perlu! Pesan pertama Sayidina Ali untuk tidak mudah khawatir karena apapun. Namun, hal yang patut membuat khawatir kita adalah dosa-dosa kita, bukan apa yang terjadi di sekitar kita.

Ma’asyiral muslimin!

Pernakah kita merasakan imbas dari kemarahan yang muncul dari diri sendiri? Yang pasti, kalau amarah sudah terkendali, banyak hal yang kena imbasnya termasuk diri kita, bukan?

Di situasi genting atau sulit, khawatir dan marah bukanlah solusi tepat. Malahan bisa membuat permasalahan kecil menjadi semakin membesar, layaknya api kecil yang disiram bensin, jelas semakin membesar, bukan? Solusinya adalah bersabar!

Hadirin salat Jumat yang berbahagia!

Sebagai penutup khutbah, dahulu ada salah satu sahabat Nabi yang sambat kepada Nabi Muhammad saw. tentang musibah yang menimpanya, “Wahai rasulullah! Saya sedang susah, hartaku hilang dan aku sakit!”

Apa kata Nabi untuk sahabat mulia ini?

لَا خَيْرَ فِي عَبْدٍ لَا يَذْهَبُ مَالُهُ وَلَا يَسْقَمُ جِسْمُهُ، إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا ابْتَلَاهُ وَإِذَا ابْتَلَاهُ صَبَّرَهُ

“Tidak ada kebaikan terdapat pada seorang hamba karena hartanya hilang atau tubuhnya sakit. Namun, jika Allah mencintai hamba-Nya, Allah akan kasih ujian, andai ujian itu diberikan hamba itu akan meminta kesabaran kepada Allah Swt.”

Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi khatib dan hadirin semuanya, semoga kita bisa selalu sabar dalam menghadapi situasi genting atau sulit! Amin  ya rabbal alamin.

أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

0

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.