



Dalam kehidupan, ada saat ketika kita merasa tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Kita bisa mencari bantuan manusia, meminta nasihat, bahkan menceritakan persoalan kepada teknologi. Namun, di tengah berbagai pilihan tempat untuk mengadu, kita sering lupa bahwa ada Allah yang selalu dekat dengan hamba-Nya.
Khutbah Jumat kali ini mengajak kita kembali menyadari kedekatan tersebut: bahwa dalam setiap kesulitan, doa, dan kegelisahan, Allah tidak pernah jauh.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا الـمـُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
Hadirin salat Jumat rahimakumullah,
Khotib memulai khutbah dengan pertanyaan, andai kita ada keperluan atau hal yang ingin disampaikan kepada kepala desa, camat, atau orang penting lainnya perlukah kita bikin janji?
Tentu, jawabannya adalah perlu. Apalagi bertemu dengan pimpinan di tingkat kabupaten-kota, provinsi, sampai tingkat nasional, begitu bukan?
Namanya manusia, kita kerap menemui kesulitan, hambatan, atau masalah hidup yang bahkan silih berganti. Misalnya terjadi kemalingan di rumah kita, tindakan yang kita lakukan adalah membuat laporan ke polsek setempat, sembari menyertakan bukti-bukti yang kuat untuk diproses.
Lantas, dimanakah kita mengadu nasib hidup yang mungkin carut-marut tak punya arah ini? Kita bisa saja curhat ke teman, keluarga, bahkan kepada teknologi seperti Chat GPT; silakan saja! Tetapi ada satu tempat mengadu yang sering justru kita lupakan: Allah SWT.
Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Khotib ingin mengingatkan diri khotib dan hadirin semuanya, andai ada masalah yang kelihatannya sulit bahkan mustahil untuk diselesaikan, ingat! Ada Allah SWT. Zat Yang Mahakuasa atas setiap persoalan dan Mahatahu jalan keluarnya.
Sebagai manusia modern, kita kerap mengunggulkan cara kerja akal kita, boleh saja kita menyakini tentang asas sebab-musabab atau kausalitas, tapi kita sering lupa bahwa itu ada yang menciptakan pola kerjanya.
Allah berfirman dalam surah Al-Insyirah ayat 5-6,
فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥ إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam kesulitan hidup itu ada kemudahan, jangan sampai kita merasa putus asa dalam menjalani hidup di dunia. Terlebih kita seorang muslim, sebagai muslim kita perlu menyadari bahwa Allah membuka pintu seluas-luasnya bagi hamba yang datang kepada-Nya, mengadu, berdoa, dan memohon pertolongan. Sebagaimana disampaikan dalam QS. Az-Zumar (39) ayat 53.
قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ
“Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah!”
Dalam firman Allah yang lain, dalam surah Al-Baqarah ayat 186. Allah ingatkan kita bahwa Dia sangat dekat dengan kita.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku (Allah), maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Allah menegaskan pada ayat di atas, andai kita menanyakan “keberadaan” Allah di tengah masalah yang kita hadapi, Sungguh Allah lah Zat Maha Tahu atas permasalahan kita, Allah lah Maha Kuasa dengan segala solusi dan penyelesaiannya.
Allah tidak akan jauh dari hamba-Nya, sekalipun misalnya hambanya selalu durhaka kepada-Nya, Allah selalu hadir untuk menerima taubat kita selagi ajal belum menjemput kita.
Allah selalu menanti tangisan kita dalam doa dan sujud kita. Terkadang, melalui ujian yang berat, seseorang justru menemukan jalan untuk lebih dekat kepada Allah, lebih sering berdoa, dan lebih sungguh-sungguh berharap kepada-Nya.
Salah satu karunia terbesar, privilege, bagi seorang muslim adalah memiliki kesempatan untuk selalu kembali kepada Allah, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun
Ma’asyiral muslimin, rahimakumullah
Ingatlah, Allah selalu terbuka menyambut kita selaku hamba-Nya. Allah dekat bukan dalam pengertian jarak sebagaimana kedekatan antarmanusia. Allah dekat karena Dia mengetahui keadaan kita, mendengar doa kita, dan tidak ada satu pun keluhan yang tersembunyi dari-Nya.
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah bahkan menegaskan bahwa Ia sangat dekat dengan kita!
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي،وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي
“Aku sesuai pada prasangka hamba-Ku, Aku bersamanya saat ia mengingat-Ku”
Jangan sampai kita salah prasangka kepada Allah. Ada salah satu syair indah yang perlu kita ingat tentang kedekatan Allah bersama kita.
حَسْبُ نَفْسِي عِزًّا بِأَنِّي عَبْدٌ # يَحْتَفِي بِي بِلَا مَوَاعِيدَ رَبُّ
هُوَ فِي قُدْسِهِ الأَعَزُّ وَلَكِنْ # أَنَا أَلْقَى مَتَى وَأَينَ أُحِبُّ
Cukuplah kemuliaan bagiku bahwa aku adalah seorang hamba; Tuhanku menyambutku tanpa perlu janji.
Dia adalah Zat Yang Mahamulia dalam keagungan-Nya, tetapi aku dapat menghadap-Nya kapan pun dan di mana pun aku menghendaki.
Masyallah, hadirin rahimakumullah
Kendali itu ada pada diri kita, akankah kita gunakan hak istimewa itu sebagai muslim atau malah kita sia-siaka. Kalau Allah selalu hadir untuk kita, pertanyaannya: apakah kita juga selalu hadir memenuhi panggilan-Nya?
Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi khotib dan hadirin semuanya.
أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.