Islam Nusantara sebagai Brand (1)

Selain Pak Yai Rumadi, sebenarnya sudah cukup banyak penulis ternama tanah air yang menulis topik Islam Nusantara. Saya sempat ragu-ragu untuk membeli bukunya ini. “Jangan-jangan konten hanya daur ulang dari buku-buku yang sudah ada”, gumamku dalam hati. Membaca judul bukunya saja, belum cukup  menjadi daya pikat bagiku. Keraguan itu masih saja menghantui saya sampai akhirnya lembaran demi lembar buku saya buka dan satu kata untuk buku ini, “Amazing!!!”

Di luar dugaan, gagasan dan elaborasinya luas. Banyak hal up to date perihal Islam Nusantara tertuang di buku ini. Sebagaimana judulnya, buku ini benar-benar menunjukkan kedigdayaan Islam Nusantara dalam merespon isu-isu kontemporer.

Jangan tanya soal aspek rancang bangun Islam Nusantara, sebagai awal bahasan, buku ini mencoba mengelaborasi lebih detail aspek yang paling fundamen dalam Islam Nusantara, yakni sisi ontologisnya. Kalau para haters Islam Nusantara membaca buku ini dan ternyata masih gagal faham, ya sudahlah! Takdirnya memang begitu. Semoga lekas mendapat hidayah, amin.

Membaca buah pena Yai Rumadi ini, pembaca seperti diajak untuk menerbangkan drone dengan ketinggian ribuan kaki laiknya pesawat terbang kemudian dari ketinggian itu kita diajak untuk melihat secara lebih jelas kontribusi dan konteks kehadiran Islam Nusantara. Great experience ritual keagamaan yang lahir dari konteks keindonesiaan namun berdaya secara global lagi mendunia. Tidak heran jika dengan membaca buku ini seakan kita diajak untuk traveling ke berbagai negara di belahan dunia ini untuk sekedar memotret situasi politik dan ritual keagamaan yang menjadi pembeda antara mereka dan kita di nusantara.

Setelah keliling dunia, penulis kembali membawa kita ke tanah air untuk memastikan bahwa praktik keberagamaan di tanah air sangat keren.  Keren karena Islam di tempat kita ini nampak sangat adem, ayem dan harmonis. Ini semua berkat sentuhan tangan dingin kiai-kiai NU yang sangat lihai menempatkan praktik keagamaan, kenegaraan dan kebudayaan sehingga semuanya berbaur dalam harmoni, mengokohkan satu sama lainnya.

Sebagaimana ditulis oleh Pak Yai Rumadi, Islam Nusantara adalah sesuatu yang nyata dan hidup dalam masyarakat nusantara sebagai hasil dari proses sejarah yang panjang. Beliau membuktikan bahwa Islam Nusantara  tidak hanya digdaya di masa lampau, namun juga benar-benar survive hingga saat ini. Lebih tehnis lagi, Yai Rumadi mengelaborasi banyak sekali problem milenial saat ini yang bisa dituntaskan dengan pendekatan Islam Nusantara dan ini terbukti betul, bukan wacana kosong.

Seharusnya bukti-bukti nyata inilah yang membuat penduduk muslim Indonesia semakin loyal kepada Islam khas Nusantara yang sudah dijalaninya berabad-abad lamanya. Alasan terkuat kenapa seharusnya mereka royal karena ritual-ritual khas nusantara itu adalah great experience. Sebuah pengalaman nyata dan sudah ribuan tahun usianya.

Perspektif branding, kesuaian antara apa yang telah diberikan (reputasi) dengan apa yang dijanjikan (persepsi) seharusnya membuat kita loyal terhadap Islam Nusantara. Persepsi tentang Islam Nusantara sebagai bentuk pengamalan terhadap Islam yang ramah, reputasinya benar-benar terjaga hingga saat ini. Buku Pak Rumadi ini menjadi bukti dan hujjahnya.

Sebagaimana sudah maklum saat ini, umat Islam Indonesia tengah mengalami krisis loyalitas. Baru sebulan di Arab Saudi, sudah lebih Arab dari Raja Salman. Belum genap satu pekan di Washington DC, udah lebih koboy dari Josh Bush. Begitulah gagapnya penduduk Nusantara sehingga dengan mudahnya oleng dan akhirnya kehilangan loyalitas. Sebegitu gampangnya mereka kagum dan banting setir berbelok kiblat kepada timur tengah atau barat. Loyalitas inilah yang penting untuk dihadirkan kembali dalam diri muslim Indonesia. Saat ini, ia semacam mutiara yang telah hilang entah kemana.

Selanjutnya: Islam Nusantara…(2)

1

Owner Adeeva Group dan Abdi Kantor Mahad Aly

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.