Membaca Ulang Dunia Islam dari Indonesia
Indonesia menawarkan wajah Islam yang damai dan inklusif. Ketika Timur Tengah dilanda konflik, Islam Indonesia justru tampil sebagai model integrasi iman, demokrasi, dan kemanusiaan.
Indonesia menawarkan wajah Islam yang damai dan inklusif. Ketika Timur Tengah dilanda konflik, Islam Indonesia justru tampil sebagai model integrasi iman, demokrasi, dan kemanusiaan.


Selain mendapat fadhilah pembacaan surah Yasin malam Jumat, berkah dari Yasinan kaum muslim adalah bisa saling menyambung tali silaturrahim di rumah-rumah tetangga secara bergiliran.


Dalam konteks keagamaan, jenang Kudus menjadi simbol keberkahan, kemurahan rezeki, dan persatuan dalam berbagai acara keagamaan seperti karnaval “tebokan”.


Strategi islamisasi yang dilakukan walisongo dilakukan dengan dakwah bil hal dalam artian berdakwah melalui keteladanan perilaku dan penyesuaian dengan situasi pada saat itu.


Strategi dakwah melalui gerakan kultural yang dilakukan walisongo diterima dengan mudah oleh masyarakat.


Fenomena kesenian wayang dalam akulturasi budaya dan tradisi dalam penyebaran Islam adalah contoh nyata bagaimana wujud Islam Moderat dengan mengambil jalur tengah dalam berdakwah.


Sunan Bonang menggunakan budaya lokal sebagai media berdakwah seperti tembang, wayang, dan media budaya lainnya.


Agama itu tak bisa lepas dari unsur tradisi dan budaya.


Perlu ditegaskan kembali bahwa Islam Nusantara bukanlah sebuah golongan baru, apalagi agama, akan tetapi ia merupakan ekspresi keislaman masyarakat Nusantara.


Dengan wajah Islam yang rahmatan lil alamin diharapkan dapat menepis adanya Islamophobia yang masih menjadi problem cara pandang di sebagain orang.

