Pentingnya Saling Menjaga Kesehatan Reproduksi

Dalam hidup, acap kali kita dihadapkan oleh hal-hal yang tak terduga. Namun, jika ditelaah lebih mendalam tidak ada yang hadir secara tiba-tiba. Hampir semua hal yang terjadi merupakan efek dari apa yang telah dilakukan, salah satunya adalah perihal kesehatan. Kesehatan merupakan sebuah kenikmatan yang kadang tidak diacuhkan. Sebagaimana hadits Nabi  نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ yang artinya ada dua nikmat yang tak diacuhkan oleh kebanyakan manusia yakni sehat dan kesempatan. Hadits ini mengingatkan kepada kita tentang bagaimana kita lalai terhadap kenikmatan ini. Sehingga, memunculkan bahaya-bahaya yang ada pada diri kita atas ulah kita sendiri.

Menjaga kesehatan tentunya hal yang seharusnya dilakukan, tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk sesama manusia karena sejatinya kita hidup berdampingan yang mengharuskan kita bersikap saling dalam artian menjaga demi kemaslahatan bersama. Mengapa demikian? Karena jika tidak ada relasi kesalaingan maka tidak bisa diperoleh hasil yang maksimal.

Pada acara KUPI lalu, salah satu yang menjadi bahasan adalah masalah lingkungan dan kesehatan terkhusus kesehatan reproduksi. Perempuan menjadi objek dan juga subjek atas isu tersebut. Bukan tanpa alasan bahwa kesehatan reproduksi menjadi isu yang sangat serius mengingat banyaknya korban yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yakni usia perkawinan yang belum matang.

Melihat masalah-masalah kesehatan ini, kita perlu menilik tokoh Turki bernama Dr. Nuriye Ortayli sebagai aktivis di bidang kesehatan reproduksi dan pengembangan. Dr. Nuriye Ortayli merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Hacettepe pada tahun 1983. Saat ini, ia ia menjadi mentor yang sangat baik bagi para aktivis muda, meneliti praktik-praktik terbaik dalam informasi kontrasepsi berbasis masyarakat dan pemberian layanan di negara-negara berpenghasilan rendah. Melalui posisinya sebagai Penasihat Senior di Dana Kependudukan PBB, ia memberikan keahlian teknis tingkat. Ia juga memegang berbagai institusi dan organisasi. Nuriye Ortayli telah terlibat dalam berbagai proyek di berbagai negara seperti Tajikistan, Uzbekistan dan Georgia.

Pengabdiannya dibidang kesehatan tentu hal yang patut untuk dicontoh. Usahanya dalam menyuarakan dan juga turut andil dalam penanganan kesehatan khususnya kesehatan reproduksi seharusnya dapat dijadikan sebagai acuan tentang pentingnya menjaga kesehatan khususnya kesehatan reproduksi. Hal ini berbanding lurus dengan banyaknya kasus perkawinan dini, kekerasan seksual yang banyak menimpa seseorang khususnya perempuan sehingga mengancam kesehatan reproduksinya.

Menyikapi hal ini, perlu adanya relasi kesalingan dalam menjaga dan menyuarakan pentingnya kesehatan reproduksi apalagi jika penyebabnya adalah berhubungan seksual dari perkawinan dini yang disebabkan oleh hal-hal yang sifatnya adat, budaya dan agama. Karena sejatinya pemecahan masalah ini dilakukan secara bersama-sama, mengapa? Seperti yang kita tahu bahwa melawan asumsi yang sifatnya sudah membudaya bukanlah perkara yang mudah perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak, sehingga pengetahuan yang lahir bisa bersumber dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang nantinya bisa mendobrak asumsi tersebut.

Konsistensi Dr. Nuriye Ortayli dalam bidang kesehatan reproduksi ini membantu banyak kalangan dalam menangani dan membangkitkan seseorang yang mengalami masalah dalam kondisi reproduksinya, disisi lain ia juga melakukan berbagai macam pencegahan-pencegahan dari power yang dimiliki, bahkan ia turut andil di berbagai negara termasuk negara berpenghasilan rendah sebagaimana yang sudah disebutkan. Melalui penelitian-penelitiannya, kita diberi wawasan tentang kasus-kasus kesehatan reproduksi yang menimpa berbagai kalangan. Kesehatan reproduksi menjadi isu yang serius jika problem-problemnya tidak diselesaikan dengan baik. Sehingga penting bagi kita mengetahui bagaimana penyebab dan solusi dari kausus kesehatan reproduksi ini.

Menjaga kesehatan dibutuhkan sebuah upaya kesalingan karena beberapa penyakit bisa ditularkan dan dengan penyebab manusia itu sendiri. Di sisi lain, relasi kesalingan membantu dalam merawat diri sendiri dan tentunya banyak orang. Kesehatan dalam arti yang sangat luas harus selalu dijaga minimal untuk diri sendiri. Namun, sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri karena sejatinya kita membutuhkan orang lain. Untuk itu, kesalingan sangat dibutuhkan demi terciptanya lingkungan yang baik pula karena ini akan kembali ke pada diri sendiri.

Menunaikan kewajiban sebagai khalifah fi al adh bisa dengan berbagai jalan, salah satunya adalah menjaga dan merawat al ardh (baca: lingkungan) demi keberlangsungan hidup yang lebih baik lagi. Wallahu a’lam bi shshawab.

0
Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.