



أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، لَاإِلَهَ اِلَّا اللهَ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥
Jemaah salat Idulfitri yang dirahmati Allah,
Idulfitri bukan sekadar hari raya, melainkan sebuah momentum untuk mengevaluasi hasil ibadah Ramadan yang telah kita jalani. Salah satu tolak ukur utamanya adalah meningkatnya ketaatan dan terjaganya hubungan silaturahmi.
Idulfitri bisa menjadi momen introspeksi diri setelah menjalankan sebulan penuh puasa Ramadan. Buah ibadah selama Ramadan pun bisa dilihat sejak Idulfitri, yakni akankah kita lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah atau tidak. Hal itu sesuai dengan ungkapan masyhur ulama.
لَيْسَ العِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الجَدِيْدَ، إِنَّمَا العِيدُ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيدُ، لَيسَ العِيدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِالِّبَاسِ وَالـمَرْكُوبِ، إِنَّمَا العِيدُ لِمَنْ غُفِرَ لَهُ الذُّنُوبِ.
“Hari raya itu bukan bagi mereka yang berpakaian baru, sebetulnya hari raya itu bagi mereka yang ketaatannya bertambah. Begitu pun, hari raya bukan milik mereka yang memperbarui pakaian atau kendaraannya, melainkan hari raya itu bagi mereka yang dosanya diampuni Allah.”
Semoga kita mendapatkan ampunan Allah sekaligus mendapatkan buah selama mujahadah di bulan Ramadan. Amin …
Jemaah salat Idulfitri yang berbahagia,
Salah satu tanda diterimanya ibadah Ramadan adalah semakin baiknya hubungan kita dengan sesama, yang dalam ajaran Islam dikenal dengan silaturahmi.
Nabi Muhammad saw. sangat senang dengan orang-orang yang menyambung silaturahmi. Dikisahkan bahwa, suatu ketika ada seorang Baduwi mendatangi Nabi saw. lalu bertanya kepada beliau.
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُقَرِّبُنِي مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ
“Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku hal yang bisa mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka!” Tanya si Baduwi kepada baginda nabi. Nabi pun menjawab, “Sembalah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, dirikan salat, tunaikan zakat, dan sambunglah ikatan silaturahmi!”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Maka sangat disayangkan jika momen Idulfitri ini tidak kita manfaatkan untuk menyambung silaturahmi.
Jangan sampai masalah-masalah di masa lampau membuat sekat tebal antara kita dengan sanak famili, tetangga, atau teman untuk tidak saling memaafkan, bukan!
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT. mengingatkan kita untuk tidak memutus silaturahmi dengan siapapun.
أَنَا الرَّحْـمَنُ؛ خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَـهَا اِسْمًا مِنْ اِسْمِي؛ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ؛ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ
“Aku adalah Zat Maha Pengasih, Aku juga Zat yang menciptakan rahim, bahkan aku ambil nama (rahim) dari nama agung-Ku. Siapapun yang menyambung silaturahmi aku (bakal) memberinya rahmat dan keberkahan. Sedangkan siapapun yang memutus silaturahmi, ia akan terputus dari rahmat-Ku!”
Allah pun juga ingatkan kita dalam surah Ar-Ra’du ayat 21,
وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ٢١
“Dan orang-orang yang menyambung apa yang diperintahkan Allah sehingga dihubungkan, mereka pun takut kepada Tuhan mereka dan khawatir atas buruknya hisabnya (kelak).”
Jemaah salat Idulfitri yang dimuliakan Allah Swt.,
Hubungan antara kita; antara orang-orang beriman adalah hubungan persaudaraan, terlebih hubungan yang berkaitan dengan nasab; sanak famili.
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin disebutkan, untuk merawat silaturahmi itu mudah, kalau kita memiliki harta lebih, kita bisa menyambung silaturahmi itu dengan berbagi hadiah, andai tidak berkecukupan pun kita tetap harus sambung dengan ‘salam’ kita. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw.
صِلُوْا أَرْحَامَكُمْ وَلَوْ بِالسَّلَامِ
“Sambunglah persanakan meski dengan ucapan salam!”
Ma’asyiral muslimin,
Dalam praktiknya, muncul pertanyaan di tengah masyarakat soal bagaimana jika sanak famili bukan beragama Islam.
Dalam hal ini, Syekh Abu Laits Al-Samarqndi menjelaskan bahwa, dengan saudara non-muslim pun kita wajib menunaikan hak sanak famili dengan menyambung silaturahmi.
Maka, Idulfitri sejatinya bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang meningkatnya ketaatan dan terjalinnya silaturahmi.
Semoga khutbah singkat ini bermanfaat bagi khotib dan hadirin, semoga Allah selalu mencurahkan pertolongan-Nya serta rahmat-Nya kepada kita agar dapat sambung silaturahmi, amin.
أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khotbah II
أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ. أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لَاإِلَهَ اِلَّا اللهَ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.
فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.