Self-Love dalam Islam, Egoisme atau Tanggung Jawab?
Cinta diri (self-love) dalam Islam bukanlah entah pemujaan terhadap diri sendiri ataupun pengabaian diri
Cinta diri (self-love) dalam Islam bukanlah entah pemujaan terhadap diri sendiri ataupun pengabaian diri


Menghentikan perbandingan bukan menurunkan ambisi atau menolak keunggulan. Ini tentang mengarahkan ambisi ke dalam dan ke atas daripada ke samping


Ketika identitas keislaman berhadapan dengan kepentingan ideologis, Islam berisiko kehilangan wajah inklusifnya dan berubah menjadi sekat yang memisahkan umat.


Di era gawai, kebersamaan fisik tidak selalu berarti perjumpaan. Kita bersama, tetapi tidak benar-benar berbincang.


Artikel ini membahas tafsir ketaatan ulil amri antara Salafisme dan Muhammadiyah serta implikasinya bagi etika politik Islam.


Dalam budaya yang tak pernah berhenti bergerak, penyederhanaan menjadi bentuk perlawanan spiritual, suatu tindakan untuk merebut kembali waktu, niat, dan kehadiran.


Media sosial kini menjadi ruang berbagi kebaikan, namun juga melahirkan praktik pamer sedekah. Artikel ini membahas fenomena tersebut menurut hukum Islam, termasuk riya’, tadlis, dan pengaruhnya terhadap kepercayaan masyarakat.


Kekuasaan sering tampil rapi di layar depan, tetapi di baliknya bekerja kompromi, normalisasi, dan tangan-tangan yang jarang disorot nurani.


Bagi Jamal al-Banna, fikih tidak diukur dari kesahihan teks semata, melainkan dari keberpihakannya pada keadilan dan martabat manusia.


Amanah dalam kepemimpinan adalah ujian moral dan menuntut pengendalian ego sebagaimana tercermin dalam kisah Abu Nawas

