Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Apa Pesan Habib Ali Al Jufri?

4 min read

Habib Ali Aljufri di Lapangan Rampal Kota Malang/ Madchan Jazuli

Malang­- Rangkaian kunjungan tokoh islam Internasional moderat di Indonesia membawa angin sejuk bagi umat penganut muslim terbesar di dunia. Habib Ali Bin Abdurrahman Ali Al-Jufri memberikan untaian yang menyejukkan kemarin (02/12) malam. Ribuan muhibbin memadati acara Akbar yang diadakan oleh  Majelis Ta’lim wal Maulid Ar-Ridwan  bekerja sama dengan TNI/POLRI.

Berikut pesan yang di sampaikan beliau :

Kita tahu bahwa api abadi yang di sembah orang majusi tidak pernah padam, namun ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW api itu padam. Api yang ada di dalam diri kita adalah api kebencian kepada orang lain, api dendam, api yang ingin membalas kepada orang lain.

Berhala yang ada di dalam hati kita yaitu nafsu, yan di sembah selain Allah SWT. Berhala yang ada di dalam hati gambarannya adalah sifat sombong, gambaannya merasa lebih baik daripada orang lain, bangga dengan diri sendiri. Yang mejadikan sifat tidak baik adalah hawa nafsu kita sendiri “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya . . . . ” (Al-Furqaan:43)

Subhanallah… Maha suci Allah. Keagungan Nabi Muhammad SAW, karena mahabbah menjadikan  simbol api yang ada dalam diri manusia akan padam sebab cahaya cinta kepada Rasulullah SAW.

Kita selalu mendengar keagungan Nabi Muhammad SAW, isro’ mi’roj dan masih banyak lagi. Namun pada hari ini saya akan berbicara keagungan Nabi Muhammad SAW dari aspek kemanusiaan.

Sebab dijadikan Nabi Muhammad SAW wujud sebagai manusia untuk menjalin hubungan, untuk memudahkan kita mengenal Allah SWT. Sebab kalau bukan wujud manusia tidak akan terhubung, tidak akan bisa membayangkan. Wujud manusia juga sebagai koreksi untuk kita.

Seorang insan yang diangkat oleh Allah SWT dengan sandalnya sampai langit, namun sikap dan akhlaknya ketika berada di bumi, merangkak dengan cucunya, merangkak dan dinaiki cucunya Sayyid Hasan dan Husain. Bermain berdua disaksikan oleh Sahabat Anas bin Malik dan mengatakan kepada keduanya “Sebaik-baiknya unta yang kamu naiki ini yang dimaksud  adalah Rasulullah SAW”.

Rasulullah SAW menjawab : “Sebaik-baik penunggang wahai Anas, kedua orang ini yang menunggangiku”.

Suatu saat Rasulullah SAW sedang sholat bersama para sahabat, meanjangkan sujudnya hingga para sahabat yang menjadi makmum merasa khawatir. Menyang jangan-jangan terjadi sesuatu kepada Nabi Muhammad SAW. Hingga para sahabat ingin bangkit untuk mengecek keadaan beliau. Sampai lama barulah bangkit menyelesaikan sholat. Kemudian sahabat bertanya kepada Nabi. “Kenapa engkau wahai Rasulullah memanjangkan sujud? Kami menyangka ada sesuatu yang terjadi .” Kemudian Rasulullah SAW menjawab : “Tidak ada sesuatu yang terjadi kepadaku melainkanketika aku sujud cucuku Husain naik di belakangku, maka aku tidak mau bangun dari sujud yang kemudian menjatuhkan dia, maka aku tunggu sampai dia turun.”

Ketika beliau (Nabi Muhammad) sedang berkhutbah melihat sayyid Hasan terjatuh, beliau turun mimbar dan menggendong sayyid Hasan kemudian naik lagi keatas mimbar.

Baca Juga  Betulkah Toleransi Mencampuradukkan Akidah? (2)

Beliau juga pernah mengatakan bahwa “sesungguhnya saya ini kalau sholat ingin memanjangkan sholat saya, bilamana aku mendengar bayi yang  menangis dibelakang  maka aku percepat sholat itu karena kasihan kepada ibu yang risau melihat anaknya yang sedang menangis.” Maka ibu itu diperhatikan oleh Rasulullah.

Suata ketika Nabi Muhammad rupanya ada seorang wanita dan menghadap Rasulullah, rupanya wanita tersebut memiliki gangguan kejiawaan. “Ya Rasulullah, saya ingin berbicara kepada engkau, saya ingin berbicara kepada engkau Rasulullah,”. Kemudian Rasulullah  duduk bersama wanita tersebut, wanita itu berbicara sesukanya. Rasulullah menyambut dengan akhlak dengan kasih sayang, ketika sudah selesai wanita itu pergi.

Beliau juga mengingatkan kepada seorang sahabat yang bernama Zahir, berasal dari salah satu desa di Madinah.  Memiliki wajah kurang baik.

Ketika Zahir ini datang dari kampung menjual barang, maka beliau (Baginda Nabi) menyenangkan hati Zahir dengan berdiri disampingnya dan ikut menjajakan barang dagangannya “ayo siapa yang mau beli ini, siapa yang mau beli ini”

Sampai suatu hari melihat Zahir yang menjual dagangannya di pasar, Rasulullah secara sembunyi-sembunyi dari belakang mendekati zahir menutupi kedua mata Zahir dengan tangan beliau. Zahir mengetahui kalau ini Rasulullah karena harumnya, lembutnya luar biasa.

    Maka saya merapatkan badan saya, saya gerakkan dikit demi sedikit untuk mendapat berkah karena meyentuh badan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW berkata “Ayo siapa yang membeli hamba sahaya ini,”

Zahir mengatakan: “Ya Rasulullah, Kalau aku engkau jual saya, taka ada orang yang mau membeli saya, karena wajah saya buruk

Maka Rasulullah berkata kepada Zahir : “Engkau disisi Allah sungguh agung, sampai pada orang yang berbuat maksiat,sampai orang yang berbuat dosa”

Ketika Rasulullah melihat ada sahabat yang berbuat dosa. Rasulullah bersaksi bahwa orang yang meminum perbuatan dosa. Pembelaan kepada orang tersebut membuat orang tersebut berhenti dari perbuatannya.

Baca Juga  Tasawuf Itu Tidak Bidah dan Bukan Penyebab Kejumudan

Bahkan sikap kepada orang kafir, pada suatu ketika ada orang yang mengolok-olok, mengejek ketika dikumandangkan adzan . Ketika orang yang mengolok adzan, Rasulullah meminta untuk memangil orang tersebut. Ketika di bawa dihadapan Baginda Rasulullah, orang tersebut melakukan yang merendahkan agama, ketika para sahabat  berkumpul ingin mendengarkan ceritakan apa kejadian yang terjadi.

Yang tadinya membenci, ketika bertemu Rasulullah. Dalam sesaat keluar dari pertemuan, bertobat dan masuk islam. Kemudian Rasulullah memerintahkan untuk mengumandangkan adzan. Dan menjadi penyiar agama.

Agaknya sikap apa yang kita lakukan ketika zaman sekarang?  Saya ceritakan ketika pendeta-pendeta datang kepada Rasulullah SAW, mereka di sambut langsung oleh Nabi. Mereka di jamu dan di tempatkan di masjid nabi. Tibalah waktu menunaikan ibadah mereka. Mereka pastur-pastur melakukan sembahnyang di masjid nabi. Para sahabat ingin melarangnya Nabi mengatakan: “biarkan mereka” setelah selesai. Ditutup dengan kesepakatan kedamaian.

Pulang dengan terhormat, dan salah seorang pendeta mendapatkan tawaran untuk melawan Nabi Muhammad SAW, namun  mengatakan “Saya tidak akan melakukan tantangan murahan tersebut karena kita tidak akan bisa mengalahkan sebab kita akan hancur karena ini benar-benar Nabi.”

Maksud dan tujuan kisah-kisah yang saya ceritakan tadi Nabi Muhammad SAW .Kita perlu untuk menggunakan akal fikiran untuk merenungi hubungan kita sebagai  manusia yang ada   pada nabi Muhammad SAW. Kita harus mencari kecintaan sesame orang lain, kepada keluarga, kepada kawan, kepada sahabat, baik itu berbeda jangan sampai perbedaan hati .

Hidupkan makna seperti ini dalam hati kita maka kita akan dapati Nabi Muhammad ada dalam diri kamu. Dan insyallah akan Nampak cahaya-cahaya rahmat dan kasih sayang nabi Muhammad SAW akan tumbuh di negeri ini akan semakin terang.

Baca Juga  Inilah Maksud Hadis Penentuan Awal Bulan Ramadan

Lihatlah sampai disini hadir disini  bersama TNI/POLRI ada salah sati darinya yang beragama Kristen. Dan saya menyatakan kepada saudara saya adalah golongan Kristen.

Saya suka kepada mereka, saya hormat kepada mereka, kalau ada yang tidak suka silahkan

Mereka adalah saudara saya, kalau kalian mereka adalah saudara kalian  senegara selingkungan, bagi kami adalah saudara

 

Pahamilah apa yang saya katakana wahai anak-anak muda, sebab ini menjadi kunci kemenangan dari agama.

Persaudaraan memiliki yang berbeda-beda. Ada persaudaraan agama,ada persaudaraan kekerabatan, ada persaudaraan lingkungan, ada persaudaraan manusia.

Sikap ekstrimis dalam kelompok ini, dan kelompok ini, Kelompok agama dan kelompok liberal.

Di setiap kelompok ada yang ingin mencapai keinginan. Jadilah orang-orang yang menjadi washilah untuk mendekat kepada Allah SWT.

Maka ikuti Baginda Muhammad SAW. Yahudi pernah mengatakan saya sudah membaca kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi kami tanda nabi akhir zaman adalah Kesantunannya mendahului sifat marahnya.

***

Di akhir penutup, beliau memanjatkan doa untuk keselamatan negeri yang mayoritas penduduknya umat islam terbesar di dunia. Penduduk yang mayoritas pecinta Baginda Nabi Muhammad SAW. Ya Allah berikanlah semua yang hadir ini lebih baik daripada sebelumnya.

Jadikanlah hubungan rindu untuk melihat kepada sayyidina Muhammad SAW

Jagalah Negara Indonesia ini Ya Allah. Ya Allah sesungguhnya negeri muslim ini mayoritas umat islam di dunia pecinta nabi muhammad maka jagalah negeri ini  Jadikanlah kami, gerak gerik kami kesantunan dan keindahan Rasulullah. Dan jadikanlah kalimat terakhir yang keluar dari mulut kami Laa ila haillahllah.(Waallahua’lam bisshowab)

Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *