Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Prof. F. Budi Hardiman: Agama masih Diperlukan dalam Masyarakat 5.0

54 sec read

Agama dan teknologi merupakan tema penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Hubungan keduanya menjadi menarik ketika masyarakat memasuki era 5.0 di mana teknologi telah mengarahkan kehidupan dan pola pikir masyarakat modern.

Prof. Fransisco Budi Hardiman, guru besar Filsafat dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, menjelaskan bahwa masyarakat agama dapat menjadi antitesa dari teknologi.

“Agama memiliki jangkar metafisis bagi masyarakat digital yang cenderung pragmatis, materialistis, fungsionalistis, dan instrumentalistis,” imbuhnya dalam sesi panel 1 ketika mengisi dalam acara Muktamar Pemikiran NU ke-2 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Masyarakat sendiri tidak bisa melepaskan dirinya dari teknologi. Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat ‘dipaksa’ untuk masuk di dalamnya. Hipotesisnya adalah ketika teknologi sedemikian jauh mempengaruhi cara bermasyarakat dan beragama, maka agama dengan sendirinya akan ditinggalkan. Namun jika melihat fakta saat ini hipotesis tersebut justru tidak terjadi.

Prof. F. Budi Hardiman mengatakan bahwa justru agama memainkan peran penting dalam menjaga, merawat, dan mengendalikan masyarakat dalam arus teknologi ini.

“Memberi ‘jangkar metafisis’ bagi masyarakat digital yang cenderung pragmatis, materialistis, fungsionalistis, dan instrumentalistis untuk mengingatkan bahwa “realitas lain” di seberang dunia ini adalah hal yang mungkin; Merawat makna kehidupan ketika saintifikasi, teknologisasi, dan digitalisasi menanduskan makna kehidupan; Menjaga misteri di tengah-tengah peradaban ilmiah yang cenderung mengobservasi segalanya dan merakit segalanya secara artifisial. Kebenaran yang berbeda masih mungkin dalam agama; Menjadi horizon solidaritas sosial berbagai komunitas riil dan digital.” tambahnya.

Muktamar Pemikiran NU digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU bekerja sama dengan Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama. Acara ini sudah berlangsung sejak Jumat hingga Minggu (3/12/2023)

Baca Juga  Takmir Masjid se-Solo Raya Deklarasikan “Masjid Moderat (Merdeka dan Berwawasan Kebangsaan)”

 

Redaksi Redaksi Arrahim.ID