



Prof. Mohd Roslan Mohd Nor menyampaikan kekuatan Islam rahmatan lil Alamin sebagai basis pemersatu umat. Kekuatan konsep tersebut dapat dilihat dari sosok Nabi Muhammad yang berhasil menyatukan seluruh umat yang ada pada saat itu.
“Konsep Rahmatan lil ‘Alamin dikirim ke bumi berhasil mempersatukan orang-orang yang memiliki masalah dari berbagai latar belakang agama yang berbeda, misalnya kaum Muhajirin dan Ansor”. Tambahnya.
Di Malaysia terdapat payung besar di bawah negara untuk mengakomodir organisasi Islam. Berbeda halnya dengan Indonesia yang, pemerintah/negara, tidak memiliki kendali atas organisasi Islam.
“Keberadaan lembaga ini memberikan keuntungan bagi pemerintah untuk melihat hal-hal yang baik/dampak dari organisasi keagamaan”. Imbuhnya dalam Seminar Internasional Islam yang diselenggarakan oleh INFID dan bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pada Kamis (27/1).
Melalui pengalaman dari Malaysia beliau menginginkan adanya kerjasama antar organisasi Islam di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan persatuan antar umat Islam di seluruh dunia.
“Kerjasama ini dapat menghapus ekstremisme beragama dan membangun jaringan Islam moderat (Islam wasathiyah)”. Ungkap Profesor asal Malaysia.
Selanjutnya, beliau menjelaskan agenda yang dapat dilaksanakan yaitu menyaring organisasi Islam yang mau diajak bekerjasama. Melalui kerjasama ini tujuan-tujuan moderatisme Islam, menolak pertikaian antar muslim, dan menghapus ekstremisme beragama dapat tercapai. (MMSM)