Jelang Eksekusi Mati al-Hallāj dan Bunga di Keranjangnya
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak ulama yang dekat dengan penguasa yang cemburu dengan posisi prestise al-Hallāj. Eksekusi matinya penuh dengan intrik politik.
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak ulama yang dekat dengan penguasa yang cemburu dengan posisi prestise al-Hallāj. Eksekusi matinya penuh dengan intrik politik.


Abū al-Hārits al-Sayyāf, sang algojo, melangkah gagah dengan wajah amat angkuh, mendekati Al-Hallaj. Ia menampar pipinya dan memukul hidungnya begitu keras hingga darah mengaliri jubahnya.

