




Naskah Khutbah Jum’at ini membahas bahaya dan mengajak kita untuk menjauhi khamr (minuman keras) bagi masa depan keluarga dan masyarakat. Dilengkapi dengan kisah hikmah dan dalil shahih, materi ini menjelaskan mengapa khamar disebut sebagai kunci segala pintu kejahatan yang harus dijauhi setiap Muslim.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِيمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المـصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: ۞يَسَۡٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ وَيَسَۡٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ ٢١٩
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Hidup di dunia ini sederhana, selagi kita menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya rasanya hidup kita akan terasa damai dan tenang, meski dalam keadaan sulit sekalipun.
Khatib perlu menyeru pada diri sendiri dan kepada hadirin. Yuk, teguhkan diri lindungi diri sendiri, anak-anak kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai dari keburukan-keburukan!
Allah berfirman dalam surah Tahrim (66) ayat 6,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦
“Wahai orang-orang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar nan keras, yang bakal tidak durhaka pada apapun yang diperintahkan Allah dan selalu mengerjakan apapun perintah-Nya.“
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ada banyak keburukan yang harus kita hindari. Namun, ada satu keburukan yang disorot oleh Sayyidina Ustman bin Affan untuk dihindari betul, hari ini dawuh Sayyidina Ustman itu bisa dirasakan dampaknya, bahwa berbagai masalah atau dekadensi moral anak muda hari ini disebabkan keburukan ini. Apa itu?
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا الْخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِث
“Wahai manusia! Jauhilah diri kalian dari khamar, sungguh khamar itu ibu dari segala kekejian!”
Jama’ah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Khamar adalah segala hal yang memabukkan, baik yang dimasak atau pun tidak. Baik sedikit atau banyak khamar tetap lah haram, tidak ada bedanya!
Driwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Nabi Muhammad saw. bersabda,
مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ
“Sesuatu yang banyaknya bisa memabukkan, berarti sedikitnya pun juga haram.”
Mari kita amati, lingkungan sekitar kita! Adakah khamar berikan dampak yang positif di sekitar kita?
Jemaah rahimakumullah
Bahwa khamar akan melahirkan keburukan, kemaksiatan, kefasikan yang berlanjut itu nyata. Ini yang harus kita waspadai dan perhatikan, jangan sampai kita abai, sehingga diri kita tertipu, saudara kita, anak-anak kita, atau satu dari keluarga kita sampai terjerumus menikmati air setan ini.
Di era yang rasa malunya semakin menipis, bisa jadi nanti minum khamar menjadi trend yang bisa mendorong orang-orang sekitar untuk ikuti tren tersebut! Toh, hari-hari ini rasanya berbuat maksiat menjadi “kebanggaan”, nauzubillah min zalik.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Melalui mimbar mulia ini, mari kita serukan pada diri kita, keluarga kita agar menjauhi sejauh-jauhnya khamar, andai ada yang terlanjur terjerumus dalam tipu daya setan itu. Sungguh bersegeralah taubat dan kejarlah rahmat Allah dengan menjauhi khamar sejauh-jauhnya sembari beramal saleh!
Ada sebuah cerita menarik tentang khamar di kitab Tanbihul Ghafilin. Cerita ini disampaikan oleh Sayidina Ustman ra. dalam salah satu khutbahnya.
Dahulu, ada seorang pemuda yang rajin beribadah ke masjid. Ada seorang janda muda nan cantik yang berperangai buruk, wanita ini menyuruh pembantunya untuk membawa pemuda ini masuk ke rumah, setelah berhasil mengundang si pemuda masuk ke rumah, si pemuda itu dikunci di dalam, hanya bersama majikannya sesuai perintah sang majikan.
Si janda ini sambil menggendong anaknya menenteng gelas besar berisikan khamar disodorkan di depan pemuda itu.
“Kamu boleh pergi dari rumah ini dengan syarat minum segelas khamar ini, atau berhubungan intim denganku, atau bunuh anak ini! Jika tidak, aku akan menjerit biar semua orang tahu bahwa kamu mau berbuat jahat padauk. Siapa yang bakal mempercayaimu; Bagaimana?” Hardik janda ini pada pemuda, iman sang pemuda pun menjadi ciut seketika.
Hadirin rahimakumullah,
Apa yang akhirnya dipilih oleh pemuda ini? Iya, dia memilih meminum khamar dari pada dua keburukan yang lainnya. “Kalau memperkosamu itu perbuatan keji, apalagi membunuh anakmu, aku tidak mau!” Kilah pemuda itu.
Lanjut Sayidina Ustman menutup cerita ini.
فَوَاللَّهِ مَا بَرِحَ حَتَّى وَاقَعَ الْمَرْأَةَ وَقَتَلَ الصَّبِي فَاجْتَنِبُوهَا فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ
“Demi Allah, setelah puas dengan khamar dia tidak berhenti di situ kecuali memperkosa janda itu dan membunuh anaknya! Maka jauhilah khamar, sungguh khamar adalah ibu dari dari segala kekejian.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Cerita singkat ini ingatkan kita, bahwa dampak khamar itu nyata, sehingga Islam melarangnya, kelak khamar adalah minuman para penghuni surga.
Mari kita jaga orang-orang tercinta kita, jangan sampai terjerumus pada kubangan air setan ini. Andai ada yang terlanjur, mari kita temani agar perlahan meninggalkan khamar. Semoga khutbah singkat ini bisa bermanfaat bagi khatib serta hadirin semuanya, amin.
هَدَانِي اللهُ وَاِيَّاكُمْ
أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.
فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.