Islam dan Pascakolonialisme antara Perlawanan dan Kekuasaan
Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.
Islam dan pascakolonialisme mengungkapkan ketegangan kompleks di mana agama menjadi bahasa perlawanan sekaligus alat yang dapat mereproduksi kekuasaan.


Feminisme, khususnya dalam konteks proyek kolonial, menjadi salah satu alat untuk memperkuat misi pemberadaban ini.


Edward Said dalam buku Orientalism menegaskan bahwa bagi Eropa, Timur tidak hanya sekadar tempat untuk mencari sumber daya alam, akan tetapi juga dianggap sebagai yang “liyan” (the other). Pemahaman tentang the other ini kemudian memunculkan dominasi yang luar biasa dari Eropa. Oleh karena itu, menurut Said dengan dominasi tersebut, budaya Eropa memperoleh kekuatan dan identitasnya […]

