Yeliena Salsabila Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Korelasi Budaya Islam dan Budaya Jawa

1 min read

Kredit: Dian Utoro Aji/detikcom

Islam pertama kali masuk ke Pulau Jawa sebelum abad ke-13 M melalui para pedagang Arab dan India. Proses penyebaran agama ini terus berlanjut, dan Pulau Jawa menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Indonesia.

Kebudayaan Jawa yang kaya akan tradisi, kesenian, dan kepercayaan Hindu-Buddha mengalami proses akulturasi dengan Islam, sehingga terciptalah budaya khas Jawa-Islam yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya budaya, bahasa Jawa juga dipengaruhi oleh agama Islam. Sastra Jawa klasik sebagian besar ditulis dalam bahasa Jawa Kuna dengan menggunakan aksara Jawa, dan sebagian besar memuat ajaran Islam.

Islam sendiri merupakan salah satu agama terbesar di dunia yang dihadirkan pada abad ke 7 M di Arab oleh Nabi Muhammad. Ajaran Islam didasarkan pada Al-Qur’an dan hadis. Agama Islam menekankan ibadah kepada satu Tuhan. Islam memiliki sejarah yang kaya dan tradisi yang beragam, dengan lebih dari satu miliar penganut di seluruh dunia.

Kebudayaan Islam sendiri merupakan seperangkat nilai, norma, praktik dan tradisi yang bersumber dari ajaran agama Islam. Hal ini mencakup beberapa aspek seperti seni, arsitektur, musik, masakan, pakaian dan perilaku sosial yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Budaya Islam juga memiliki ciri khas tersendiri, antara lain kaligrafi, arsitektur masjid, azan, dan beragam makanan halal. Hal ini juga mencerminkan keragaman warisan budaya yang dimiliki oleh berbagai negeri di dunia Islam.

Selain itu, budaya Islam juga mengacu pada keseluruhan gaya hidup, nilai-nilai, tradisi dan praktik yang terkait dengan penganutnya. Budaya muslim bervariasi di seluruh dunia, karena umat Islam tinggal di berbagai negara dengan budaya lokal yang beragam. Namun, terdapat unsur-unsur umum yang memengaruhi budaya umat Islam, seperti salat, puasa, zakat, dan haji, serta penghormatan terhadap Al-Qur’an dan peninggalan suci Nabi Muhammad.

Baca Juga  Tips Mendapat Kesuksesan Menurut KH Asep Saifuddin Chalim

Kebudayaan Islam juga mengedepankan nilai-nilai seperti kasih sayang, keadilan, dan gotong royong. Sedangkan, kebudayaan Jawa adalah kebudayaan yang mengacu pada warisan budaya yang kaya dan beragam yang berasal dari masyarakat Jawa yang tinggal di Pulau Jawa. Kebudayaan Jawa mencakup banyak aspek kehidupan seperti seni, musik, tari, bahasa, tradisi keagamaan dan praktik sosial.

Beberapa unsur budaya Jawa yang terkenal antara lain wayang, batik, tari Jawa, dan falsafah hidup Jawa yang dikenal dengan Kejawen yang sering mengedepankan kerendahan hati, kesopanan, dan keharmonisan. Dari segi sistem sosial, Jawa juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap budayanya, dengan hierarki sosial yang ketat dan konsep “gotong royong” yang menggambarkan kerja sama dan solidaritas dalam masyarakat.

Dalam budaya Jawa sendiri terdapat tradisi keagamaan yang kuat, termasuk ritual Islam seperti perayaan Idulfitri dan Iduladha. Ada pula tradisi Jawa yang memadukan unsur Islam dengan kepercayaan lokal seperti kepercayaan terhadap nenek moyang.

Dengan demikian, budaya Islam dan budaya Jawa mempunyai hubungan yang erat. Hal ini juga didukung oleh mayoritas umat Islam di Jawa. Namun, perlu diketahui juga bahwa masih banyak masyarakat Jawa yang menjalankan ritual adat yang mencerminkan pengaruh Hindu-Buddha. Namun, dalam konteks Islam, ritual ini sering kali diintegrasikan ke dalam ajaran Islam.

Secara keseluruhan, hubungan antara Islam dan budaya Jawa memberikan contoh menarik tentang bagaimana agama dapat diintegrasikan ke dalam budaya yang ada, sehingga dapat menciptakan identitas budaya yang berbeda dan beragam. Penting untuk diingat bahwa di antara budaya Islam dan budaya Jawa terdapat keragaman, dan pengaruhnya dapat berbeda-beda antarwilayah Jawa dan antarindividu. Namun, keduanya saling memengaruhi dan membentuk budaya unik di Indonesia. [AR]

Baca Juga  “Menara Kudus: Riwayat Sebuah Penerbit” Menyelami Studi Perkembangan Islam melalui Perspektif Baru (2)

 

Yeliena Salsabila Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya