



Sebelumnya: Pidato Kebudayaan Zulkifli… (1)
Saudara-saudara sekalian. Hadirin yang saya hormati.
Apa itu Islam Tengah? Islam Tengah adalah perwujudan Islam yang mengedepankan moderasi yang dalam Bahasa Arab dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang).
Kata wasathiyah diartikan juga sebagai ‘pilihan terbaik’, sikap superior atau unggul yang mengerti batas-batas toleransi semua pihak dan sanggup mengayomi semua golongan. Maka menjadi moderat justru bukanlah sikap yang lemah, abu-abu, tidak jelas, atau mencari aman. Sikap moderat adalah sikap unggul dan superior untuk mencari titik temu dan juru damai yang menghindari titik tengkar. Inilah Islam yang mengedepankan prinsip rahmatan lil ‘alamin, menjadi berkah bagi sekalian alam.
Saudara sekalian, kita ini adalah ummat terbaik. Sebagaimana dalam al-Quran Surat al-Baqarah ayat 143:
Wa każālika ja’alnākum ummataw wasaṭan litakụnụ syuhadā`a ‘alan-nāsi wa yakụnar-rasụlu ‘alaikum syahīdā.
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”
Saudara-saudara sekalian. Hadirin yang saya hormati.
Islam Tengah bukanlah sebuah kosep yang baru. Spirit Islam Tengah sudah lama hidup di Indonesia, sejak dilahirkan oleh para pendiri bangsa, terutama para tokoh Islam yang melihat Indonesia secara utuh dan berpegang teguh pada ‘pilihan terbaik’ atau wasathiyyah tadi.
Pandangan dan sikap Islam Tengah ini sampai sekarang terus dihidupkan dan dikembangkan oleh mayoritas pemeluk Islam di Indonesia. Ini merupakan tafsir beragama yang diperlihatkan oleh ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Washliyah, Tarbiyah, dan lainnya. Saya kira, spirit Islam Tengah inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang damai, memiliki stabilitas politik yang baik, dan kompatibel pada ide-ide kemajuan.
Dengan situasi berbangsa dan bernegara yang stabil karena kehidupan beragama yang rukun dan damai, Islam Tengah juga pada saatnya akan mendorong tumbuh pesatnya ekonomi ummat. Memajukan Ilmu pengetahuan dan mendorong kreativitas serta inovasi. Memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan Indonesia di kancah global.
Saudara-saudara sekalian. Hadirin yang saya hormati.
Indonesia adalah negara yang memiliki berkah alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Jika kita mengimplementasikan tafsir terbaik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka kita akan menjadi ummat terbaik. Umat yang disebut dalam al-Quran sebagai ummat yang bukan hanya terbaik, tetapi dimuliakan.
Wa laqad karramnā banī ādama wa ḥamalnāhum fil-barri wal-baḥri wa razaqnāhum minaṭ–ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alā kaṡīrim mim man khalaqnā tafḍīlā.
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isra: 170)
Melihat konteks sosial-politik Indonesia hari ini, saya merasa spirit Islam Tengah harus kita perkuat kembali. Aktor-aktor politik kebangsaan Islam harus berpegang teguh pada nilai-nilai ini dan menghindarkan diri dari godaan ideologi-ideologi transnasional Islam yang mencoba menawarkan konsep khilafah. Khilafah kita justru adalah pancasila itu, karena Indonesia adalah darul ‘ahdi wasy-syahadah.
Bagi saya, spirit Islam Tengah ini harus kita jadikan fondasi dan kita aktualisasikan kembali dalam tatanan kehidupan sosial kita hari ini. Lebih jauh, pandangan Islam Tengah ini harus menjadi jalan politik Indonesia ke depan, sebab Islam Tengah tidak hanya membawa misi ketuhanan, tapi juga misi kemanusiaan.
Kini, sudah saatnya kita bersama-sama membumikan kembali Islam Tengah, menjadikannya perbincangan publik Islam yang utama. Islam Tengah merupakan sebuah konsep keislaman dan jalan kebangsaan yang perlu menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Berkaca dari negara-negara agama, apapun agamanya, yang lebih banyak menjadi negara gagal di berbagai belahan dunia, mendorong gagasan Islam Tengah sebagai jalan kebangsaan merupakan tanggung jawab kolektif kita semua. Sudah saatnya kita semua bergerak ke tengah. Tidak ekstrem kiri atau kanan. Kita pun tidak perlu meniru negara manapun, negara-negara Barat atau negara-negara Timur Tengah, karena Indonesia memiliki karakter dan jati diri sendiri.
Saudara-saudara sekalian. Hadirin yang saya hormati.
Akhirnya, sudah saatnya kita kembali pada spirit Islam dengan karakternya yang tengahan tadi, yang terbukti telah berhasil mewujudkan bangunan Indonesia saat ini dan terus menjaga stabilitas serta mendorong kemajuannya ke depan.
Saya justru melihat potensi Islam yang diterapkan di Indonesia sebagai inspirasi bagi dunia. Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, negara demokrasi berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia bisa menampilkan potret stabilitas politik, kemajuan ekonomi, dan pelaksanaan demokrasi yang damai.
Ke depan, wajah Islam Tengah yang moderat dan inklusif ini harus terus kita dorong bersama untuk menjadi blueprint dalam cara mengelola perdamaian di atas keberagaman masyarakat Indonesia dan dunia. Karena kita semua mengemban amanat konstitusi untuk ikut serta mewujudkan ketertiban dunia.
Saya percaya Indonesia akan menjadi negara besar yang memegang peran dan kepemimpinan di level global. Kita akan kuat bukan hanya dari aspek ekonomi, tetapi dari aspek politik dan kebudayaan.
Syaratnya, kita pegang teguh dan amalkan Pancasila secara utuh dan konsekuen. Saya melihat, semua di antara kita sudah tidak memiliki persoalan untuk menjalankan sila pertama hingga sila ketiga, tetapi sila keempat (musyawarah mufakat) masih sering gagal kita implementasikan dalam politik kebangsaan, dan sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) masih menjadi PR besar yang harus kita kerjakan bersama-sama. (mmsm)