Misteri di Balik Salat Al-Bardain: Dua Waktu yang Sangat Diperhatikan Rasulullah

Dalam hadis Nabi ﷺ, tidak jarang kita menemukan istilah-istilah yang terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat awam. Kata-kata tersebut, meskipun berasal dari bahasa Arab, terkadang memiliki makna yang tidak umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah istilah al-bardain yang muncul dalam beberapa hadis sahih. Keunikan istilah ini sering kali menimbulkan pertanyaan: Apa makna sebenarnya? Mengapa Rasulullah memberikan perhatian khusus? Serta, apa hikmah di balik perhatian Rasulullah terhadap dua waktu salat itu?

Istilah al-bardain dalam bahasa Arab secara harfiah berarti “dua waktu yang sejuk”. Namun, dalam konteks hadis, salat al-bardain merujuk pada salat Subuh dan salat Asar. Kata al-bardain termasuk dalam kategori kata gharib, yaitu kata yang jarang digunakan dalam hadis sehingga maknanya tergolong asing bagi sebagian orang. Oleh karena itu, hadis yang menggunakan istilah ini termasuk dalam hadis gharib. Sebagai dalil utama, hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahih al-Bukhari melalui sanad Hudbah bin Khalid, bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنِي أَبُو جَمْرَةَ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ»

Artinya: “Barang siapa yang menunaikan salat al-bardain (Subuh dan Asar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Al-Khattabi menjelaskan bahwa salat Asar dan Subuh disebut al-bardain karena kedua waktu tersebut memiliki udara yang sejuk dan nyaman dibandingkan waktu lainnya. Asar termasuk waktu yang sejuk karena merupakan saat peralihan dari puncak panas. Dalam kitab Kasyf al-Musykil min Hadits al-Shahihain dijelaskan bahwa ibrad berarti penurunan atau peredaan intensitas panas terik matahari.

Waktu Asar dan Subuh memiliki keutamaan istimewa karena pada kedua waktu tersebut malaikat malam dan malaikat siang berkumpul. Dalam syarah Sahih al-Bukhari disebutkan bahwa orang yang menjaga salat pada waktu al-bardain berpeluang memperoleh anugerah besar, yaitu kesempatan untuk melihat Allah SWT pada hari kiamat. Umumnya, orang yang memiliki kedudukan tinggi di surga akan melihat Allah SWT di pagi dan petang, sementara mayoritas penghuni surga hanya akan melihat-Nya setiap Jumat. Maka, untuk mendapatkan kedudukan tinggi, seseorang harus menjaga dua salat tersebut.

Nabi Muhammad ﷺ bahkan bersabda bahwa seandainya umatnya mengetahui keutamaan salat Asar dan Subuh, mereka akan tetap berusaha menunaikannya meskipun harus merangkak.

Nabi ﷺ juga memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang melalaikan salat di dua waktu tersebut. Dalam sebuah hadis disebutkan:

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ العَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barang siapa meninggalkan salat Asar, maka amalnya akan sia-sia.” (HR. Bukhari)

Para ulama berpendapat bahwa ketika seseorang meninggalkan salat Asar, maka seluruh amalnya gugur. Mayoritas ulama memahami hadis ini secara lahiriah tanpa takwil. Namun, sebagian ulama khalaf mentakwilkan hadis ini dengan makna bahwa yang gugur hanyalah amal pada hari itu saja.

Hadis ini diperkuat oleh firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah semua salat, terutama salat wustha, dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 238)

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjaga seluruh waktu salat, namun secara khusus menekankan pentingnya menjaga salat wustha, yang menurut mayoritas ulama tafsir adalah salat Asar. Penekanan ini tentu bukan tanpa alasan, sebab Asar merupakan waktu yang sering dilalaikan karena berada di tengah-tengah kesibukan manusia.

Selain itu, Nabi Muhammad ﷺ memberikan perhatian besar terhadap salat Asar dan Subuh karena keduanya berada pada waktu yang sulit dijaga. Salat Subuh datang saat tubuh masih nyaman dalam tidur, sedangkan Asar berada di penghujung aktivitas harian yang melelahkan. Maka, menjaga kedua salat ini menjadi indikator komitmen seorang Muslim terhadap ibadah, sekaligus pembuka jalan menuju keutamaan besar sebagaimana dijanjikan dalam berbagai hadis.

12

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.