Khotbah: 4 Sifat Mulia yang Mengangkat Derajat Seseorang Meski Ilmu dan Amal Sedikit

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ كِتَابَهُ الـمُبِينَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْئٍ، وَهُدًى وَرَحْمَةً لِلمُؤْمِنِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَي أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِينَ مُـحَمَّدٍ الـمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَعَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمُحَجَّلِينَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَومِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebagai manusia yang beragama, terkadang kita ragu pada diri sendiri. Bisakah kita mendekat kepada Allah dengan bekal ilmu dan amal sedikit, bahkan teramat sedikit? Memang salah satu bekal untuk lebih dekat kepada Allah Swt. adalah ilmu dan amal.

Namun, Imam Ghozali dalam karya monumentalnya, Ihya’ Ulumuddin, mengutip kalam Syekh Junaidi al-Bagdadi, bahwa ada resep untuk bisa mendekat kepada Allah dengan merawat hati dan perangai.

أَرْبَعٌ تَرْفَعُ العَبْدَ إِلَى أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَإِنْ قَلَّ عَمَلُهُ وَعِلْمُهُ الـحِلْمُ وَالتَّوَاضُعُ وَالسَّخَاءُ وَحُسْنُ الخُلُقِ وَهُوَ كَمَالُ الإِيْمَانِ

Empat hal yang bisa mengangkat derajat seorang hamba pada tingkatan tertinggi, meskipun amal dan ilmunya sedikit. 1) Kesabaran, 2) kerendahan hati, 3) kemurahan hati, 4) dan berbudi luhur. Demikian inilah keimanan yang sempurna.

Hadirin salat Jumat yang dirahmati Allah,

Ilmu dan amal memang menjadi bekal inti kita mendekatkan diri kepada Allah, tanpa ilmu amal kita akan sia-sia.

وَكُلُّ مَنْ بِغَيرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُودَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Setiap orang beramal tanpa ilmu, amal-amalnya akan gugur dan tidak diterima”

Setidaknya, kita wajib perlu belajar terus! Dari kalam Syekh Junaidi ini menggambarkan betapa pentingnya menghiasi diri dengan budi pekerti yang luhur dan sifat-sifat terpuji lainnya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Empat hal yang dimaksud oleh Syekh Junaid memang tidak mudah, meski demikian kita harus melatih diri untuk lakukan itu semuanya.

Pertama, sabar! Sabar dalam berbagai hal memang perlu latihan, agar terlatih. Misalnya melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan rencana kita, kita harus berusaha sabar tidak larut dalam kekecewaan atau emosi.

Kedua, rendah hati. Perasaan rendah hati di tengah banyaknya pihak-pihak haus validasi sosial merupakan keniscayaan untuk ciptakan kebahagiaan. Kita perlu melatih diri agar tidak haus validasi dari orang-orang sekitar, sembari berusaha untuk tetap rendah hati tanpa merasa lebih unggul dari pada lainnya.

Ketiga, dermawan. Bederma ini bisa dibilang mudah, bederma bukan hanya tentang nominal. Ide, usulan, atau gagasan yang berikan kemaslahatan juga bagian dari derma.

Keempat, berbudi luhur. Kiranya memiliki budi luhur keniscayaan bagi manusia, seperti kata pepatah. “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung”. Sebagai makhluk sosial yang saling berinteraksi dan saling membutuhkan, kita harus memiliki budi luhur.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Tentu, apa yang disampaikan oleh khatib ini menjadi pengingat dan pembelajaran untuk sendiri, tidak serta merta khotib sudah bisa mengamalkan empat hal ini. Syukur-syukur hadirin juga termotivasi untuk melatih empat hal tadi.

Kita ini bisa apa, sih? Kita hanya bisa lakukan ibadah-ibadah yang wajib, yang sunah? Walhasil, empat resep yang diberikan oleh Syekh Junaid bisa menjadi wasilah kita untuk bisa lebih dekat Allah Swt.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Semoga khotbah Jumat singkat ini bisa bermanfaat. Semoga khotib, khususnya, dan hadirin pada umumnya bisa melatih empat hal tersebut!

هَدَىنِي اللهُ وَاِيَّاكُمْ

أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.

فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

1

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.