Salman Akif Faylasuf Santri PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Sisi lain Dari Sahabat Abdurrahman bin Auf (1)

1 min read

Siapa yang tidak kenal dengan Abdurrahman bin Auf. Beliau merupakan salah seorang sahabat Nabi saw., yang dijamin masuk surga. Diriwayatkan oleh Sa’ad bin Zayd berkata: Rasulullah saw., bersabda: sepuluh orang yang dijamin masuk surga Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail, Abu Ubaidah bin al-Jarrah.

Ummu Salamah juga menceritakan bahwa Nabi saw., bersabda: sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalanku adalah ash-shiddiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf) ya Allah, hidangkanlah minuman mata air surga kepada Abdurrahman bin Auf.

Tak hanya itu, ia adalah salah seorang sahabat setia yang senantiasa mendampingi Rasulullah pada beberapa peristiwa penting di dalam memperjuangkan agama Islam. Bahkan, Abdurrahman bin Auf dalam beberapa kesempatan selalu menemani Rasulullah saw., sekalipun hanya sekedar untuk berjalan-jalan.

Ia juga pernah mendampingi nabi keluar dari rumahnya langsung masuk ke kebun kurma lalu nabi bersujud, sehingga Abdurrahman bin Auf khawatir bahwa nabi telah diwafatkan oleh Allah swt., karena sebab memanjangkan sujudnya.

Kedermawanannya

Syahdan, Abdurrahman bin Auf adalah seorang sahabat yang ikut dalam pembinaan sahabat-sahabat yang baru masuk Islam. Mereka mendapat pelajaran tentang ajaran Islam, dan mereka juga diberikan sumbangan berupa zakat karena dia digolongkan sebagai muallaf. Ketekunan dan kesabaran Abdurrahman bin Auf ini dalam mengikuti pembinaan dari Rasulullah saw., maka akhirnnya termasuk salah seorang sahabat yang berstatus ulama besar.

Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki Abdurrahman bin Auf disaat masyarakat Islam memerlukan pembinaan beliau telah banyak memberikan andilnya dalam pembinaan umat, sehingga segala yang dimilikinya baik harta kekayaan maupun tenaga dan fikirannya telah disumbangkan dengan ikhlas demi tegaknya kalimatullah di atas bumi.

Baca Juga  Peran al-Razi dalam Dunia Psikologi

Meski Abdurrahman bin Auf sebagai seorang hartawan, tapi ia tidak menjadikan dirinya sombong, dan angkuh serta tidak meremehkan orang miskin, bahkan kekayaan yang dimilikinya itu digunakan untuk kepentingan membina, membebaskan kaum budak dari tuannnya. Jelasnya, hartanya diperuntuhkan untuk pembinaan masyarakat pada umumnya, sehingga dalam riwayat disebutkan bahwa penduduk Madinah mengatakan seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya.

Iya begitulah potret Abdurrahman bin Auf. Dan memang betul, bahwa sahabat Rasulullah saw., seringkali berlomba-lomba menyumbangkan hartanya untuk pembebasan budak. Tak mengherankan jika kemudian Abdurrahman bin Auf sebagai seorang hartawan, disebutkan dalam sejarah dia mampu membebaskan budak sebanyak 30 orang dalam sehari.

Usaha Abdurrahman bin Auf dalam membebaskan budak adalah bukti yang nyata adanya sumbangan beliau dalam pembinaan umat. Sebab, budak-budak yang telah dibebaskan itu sudah mempunyai banyak peluang dalam mengamalkan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Rupanya, sumbangan beliau dalam pembinaan masyarakat Islam terbukti pula pada kerajinan dan ketekunan memanfaatkan masjid sebagai pusat pembinaan. Abdurrahman bin Auf senantiasa mempelopori masyarakat untuk melaksanakan shalat di masjid dan menyelesaikan perkara-perkara lainnya, sehingga lewat masjid segala persoalan dapat dipecahkan.

Karena perhatian Abdurrahman bin Auf dalam pembinaan masyarakat melalui masjid, sehingga disebutkan dalam riwayat bahwa: Abdurrahman bin Auf hanya mempunyai tiga sasaran kegiatan yaitu, kalau tidak di masjid ia sedang berjihad atau berperang mempertahankan agama Allah atau mengurus perniagaannya yang berkembang pesat. Oleh karena itu, Abdurrahman bin Auf sangat cinta dengan masjid dan benar-benar menjadikan masyarakat Islam pada masanya terbina, sehingga Islam dapat berkembang dengan baik.

Selanjutnya: Sisi lain Dari Sahabat Abdurrahman bin Auf (2)

 

Salman Akif Faylasuf Santri PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo