Alya Nisfa Sa'bana Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

Kisah Kawanan Binatang di Kapal Nabi Nuh

2 min read

Dibalik peristiwa besar kapal Nabi Nuh yang dibuat untuk menolong para kaum Nabi Nuh dari banjir besar, ternyata ada beberapa kisah binatang yang menarik untuk diketahui. Diketahui bahwa Allah tidak hanya mengutus Nabi Nuh untuk membawa manusia saja, melainkan Allah juga mengutus Nabi Nuh untuk mengikutsertakan binatang didalam bahtera yang sangat besar itu.

Selain diperintahkan oleh Allah, pembuatan kapal ini juga diawasi oleh Allah sebagaimana difirmankan dalam surat Hud ayat 37 yang artinya “Buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang orang dzalim karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan,”

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Nuh membangun bahtera ini dalam waktu yang lama. Ibnu ‘Abbas RA mengatakan bahwa panjang bahtera itu 1.000 siku, lebarnya 600 siku dan tingginya 300 siku. Bahtera itu dibangun dalam waktu 40 tahun lamanya.

Dengan ukuran yang megah itu, banyak binatang yang bisa diangkut oleh kapal Nabi Nuh. Baru-baru ini terdapat kabar bahwa ada sekelompok mahasiswa yang melakukan penelitian tentang seberapa banyak daya tampung kapal Nabi Nuh. Studi dari Para mahasiswa dari University of Leicester, Inggris mengatakan bahwa bahtera Nabi Nuh mampu mengangkut 2,1 Juta domba.

Untuk masalah binatang apa saja yang diangkut kapal ini, masih terjadi banyak perdebatan hingga saat ini. Apakah semua binatang masuk kapal atau yang hanya disekitar Nabi Nuh. Al Qur’an hanya menjelaskan mengenai perintah untuk mengangkut hewan dalam keadaan berpasang pasangan yang artinya “Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit” Surat Hud ayat 40.

Baca Juga  Pengorbanan Siti Hajar di antara Ikhlas atau Rida

Setelah Nabi Nuh selesai membuat kapal, Allah mengirimkan tanda agar segera bersiap karena bencana banjir besar akan tiba untuk menenggelamkan seluruh daratan di muka bumi. Allah juga mengutus Nabi Nuh untuk segera mengangkut orang orang beriman dan binatang berpasangan agar bisa selamat dan bisa berkembang biak kembali untuk mengisi bumi.

Di antara banyak binatang, ada beberapa kisah binatang di bahtera Nabi Nuh yang menarik. Setelah beberapa macam binatang dan pengikut Nabi Nuh naik ke atas kapal, Nabi Nuh memerintahkan semua penumpang kapal untuk tidak bersetubuh. Nabi Nuh khawatir penumpang akan beranak pinak sehingga penduduk kapal akan semakin banyak sehingga bahtera menjadi penuh sesak dan kemungkinan bisa membuat kapal tenggelam karena kelebihan muatan. Semua pun menjalankan perintah ini tetapi tidak dengan anjing. Anjing mengawini betinanya hingga beberapa kali diingatkan tetapi tetap diulangi, sehingga Nabi Nuh akhirnya mengutuknya dengan aib. Sejak saat itu jikalau anjing melakukan ijma’ pasti diiringi dengan keributan.

Karena waktu yang terus berjalan, kotoran para hewan pun menumpuk di bahtera. Tentu ini menjadi problem tersendiri dan baunya yang tidak sedap. Bahkan jika kapal terlalu banyak kotoran, beban kapal pun akan bertambah banyak. Nabi Nuh pun dibuat kebingungan karena hal ini. Hingga Allah pun menurunkan wahyu kepada Nabi Nuh untuk menepuk pantat gajah, kemudian muncullah sepasang babi jantan dan betina. Lalu babi babi itu memakan kotoran yang menumpuk didalam bahtera.

Setelah munculnya babi di bahtera Nabi Nuh, ada binatang baru lagi yang muncul di kapal itu. Kejadian mulanya yakni karena adanya iblis yang menyelinap masuk kedalam bahtera dan menemui babi. Iblis tersebut mengusap pantat babi sehingga keluarlah tikus tikus yang kemudian membuat keonaran dengan menggrogoti bagian bagian pojok kapal. Dan hal ini lagi lagi membuat Nabi Nuh pusing.

Baca Juga  Bukti Nyata Kewalian KH Abdul Hamid Pasuruan Saat Masih Kecil

Akhirnya turunlah wahyu dari Allah yang memerintahkan Nabi Nuh untuk mengusap punggung harimau. Hingga muncullah kawanan kucing. Kemudian kucing kucing itu memangsa kawanan tikus dengan cepat hingga memusnahkan tikus terakhir. Karena peristiwa ini, terjadilah permusuhan antara kucing dan tikus hingga saat ini.

Dan begitulah deretan kisah binatang di kapal Nabi Nuh. Semoga kisah ini bisa membuat keimanan kita semakin meningkat. Amin. (mmsm)

Alya Nisfa Sa'bana Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya