Khutbah Jumat: Introspeksi Diri di Tahun Baru

Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah menjadikan tahun baru sebagai momentum introspeksi diri. Di tengah hiruk-pikuk harapan hidup, Islam mengingatkan pentingnya menilai kembali ibadah, sikap, dan amal perbuatan, sebab setiap kebaikan, sekecil apa pun, tetap bernilai di hadapan Allah.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Sepekan sudah kita memasuki tahun baru 2026 ini, rasa-rasanya kita perlu introspeksi diri, bukan? Bahkan menjadi keniscayaan untuk berbenah diri.

Terkadang dalam penatnya harapan-harapan manusiawi yang tidak ada ujungnya, kita lupa untuk temukan orientasi dalam setiap langkah. Untuk temukan substansi-substansi itu, kita terkadang perlu duduk sejenak, riuh dalam diam, dan evaluasi diri.

Karena, kita lupa bahwa segala hal yang kita lakukan terlepas dari penilaian Allah SWT., kita kerap merasa lelah, capek, bahkan merasa tidak berguna. Padahal jerih payah yang kita lakukan itu sangat bernilai loh di hadapan Allah, selagi diniatkan untuk ibadah atau kebaikan.

Sungguh Allah itu Maha Baik, Allah selalu menilai secara adil apa yang kita lakukan, semuanya tanpa terkecuali! Seharusnya kita tidak boleh meremehkan perbuatan sekecil apapun selagi di dunia.

Kalam bijak seorang Tabi’in, Amir bin Qais, agaknya perlu kita renungkan. Kiranya kalam itu mendorong kita untuk introspeksi diri agar berbenah di tahun baru ini.

أَكْثَرُ النَّاسِ فَرَحًا فِي الأَخِرَةِ أَطْوَلُهُمْ حُزْنًا فِي الدُّنْيَا،وَأَكْثَرُ النَّاسِ ضَحِكًا فِى الاَخِرَةِ أَكْثَرُهُمْ بُكَاءً فِي الدُّنْيَا،وَأَخْلَصُ النَّاسِ اِيْمَانًا يَومَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ تَفَكُّرًا فِي الدُّنيَا.

Manusia yang paling bahagia di akhirat adalah mereka yang menikmati panjangnya kesedihan di dunia, sedangkan orang yang bisa tertawa lepas di akhirat adalah mereka yang sering menangisi (diri mereka), dalam rangka evaluasi diri, di dunia, dan adapun orang yang imannya terjaga di hari kiamat adalah orang yang sering bertafakur.”

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Menikmati kehidupan yang serba tidak pasti ini, tidak boleh membuat kita larut dalam ketidakpastian juga, apalagi sampai berbuat di luar batas kewajaran. Kita perlu tetap evaluasi diri agar tidak jatuh dalam jurang kerugian dan kegagalan.

“Siapa saja yang tidak bisa introspeksi dirinya sendiri, ia akan berada dalam kerugian yang nyata!” Tulis cendikiawan Yasir Abdurrahman dalam Mausu’at Al-Akhlaq.

Kita boleh sepakat atau tidak dengan kalimat di atas, setidaknya kita juga perlu ingat dengan pesan Allah dalam surah Al-Zalzalah ayat 7-8:

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ .  وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula!

Serta surah Al-Hasr ayat18:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan!

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari jangan berkecil hati! Hal-hal baik yang kita lakukan, sekecil apapun, tetap akan bernilai di hadapan Allah, begitu pun hal-hal buruk yang kita lakukan, meski sekecil lepton atau quark (partikel terkecil) akan tetap dicatat oleh Allah.

Menurut Abu Khatim, dua ayat ini Al-Zalzalah (7-8) turun saat ada anggapan di kaum muslimin, bahwa perkara kecil yang baik atau buruk tidak akan dibalas oleh Allah.

Menurut riwayat Muqatil, ada seorang yang meminta kurma, potongan roti, dan kacang, setelah diberikan sedikit. Orang yang meminta ini protes, “Untuk apa ini (makanan sedikit)! Kita hanya dapat pahala sesuai (hal besar) yang diberikan!” Sedangkan yang lain ada yang meremahkan dosa kecil, sembari berkata. “Dosa kecil ini tidak akan ada pengaruhnya pada diriku!”          

Maka Nabi Muhammad saw. berpesan:

اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشَقِّ تَمْرَةٍ، فَمَن لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jauhilah neraka meski dengan cuilan kurma, barang siapa yang tidak temukan (cuilan kurma untuk disedekahkan) maka cukup berkatalah yang baik!

Maasyiral muslimin rahimakumullah,

Momentum tahun baru harus kita jadikan introspeksi diri. Bagaimana ibadah kita, bagaimana hubungan kita dengan orang tua, bagaimana hubungan kita dengan sesama, sudahkah kita jalankan kewajiban dan menunaikan hak orang-orang di sekitar kita dengan baik, dan pertanyaan “bagaimana-bagaimana” lainnya harus kita jawab dalam diri, sembari memperbaiki perlahan.

Tentu, khotib juga mengajak diri sendiri untuk selalu introspeksi bukan hanya pada tahun baru saja!

Maasyiral muslimin rahimakumullah,

Semoga khotbah singkat ini bisa perlahan mengingatkan kita untuk menyadari kesalahan-kesalahan pribadi, sebelum menyalahkan orang lain. Semoga khotbah singkat ini bermanfaat bagi khotib dan para jemaah salat Jumat.

أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

1

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.