Kunci Agar Tidak Rugi di Dunia

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Pernahkah kita merasa rugi, dalam beberapa kondisi tertentu? Kelihatannya, setiap dari kita pasti pernah merasa rugi, entah itu dalam perdagangan, ikatan pertemanan, atau dalam menggunakan waktu.

Kalau rugi berupa materi itu tidak seberapa bahaya, paling nanti akan ada penggantinya. Tetapi bagaimana kalau kita merugi sebagai hamba Allah di dunia? Kelihatannya itu kerugian yang nyata.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Ashr, bahwa semua manusia itu diidentikkan sebagai makhluk yang rugi. Tetapi ada manusia yang tidak tergolong rugi, mereka adalah orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Imam Sha’rawi menegaskan, bahwa ayat ini tanda bahwa manusia itu dipenuhi dengan kekurangan dan kealpaan. Sehingga ayat di atas tidak dengan redaksi  أَوْصِ“nasehatilah” tetapi dengan diksi تَوَاصَوْا “saling menasehatilah”.

Masih menurut Imam Sha’rawi, beliau menjelaskan bahwa manusia itu kebanyakan kurangnya, adakalanya sebagian manusia mudah terjerumus pada kemaksiatan, ada juga yang tidak mudah terjerumus dari kemaksiatan.

Manusia itu makhluk dinamis, makhluk yang tidak bisa dipastikan. Sehingga perlu untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk dalam kesabaran.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dawuh Imam Syafi’i dikutip oleh Syekh Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir. Andai manusia bisa memegang empat hal tersebut tidak ada yang mengalami kerugian di dunia.

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ

Andai semua manusia bisa merenungkan ayat ini, sungguh cukup bagi mereka agar berlapang hati.

Secara otomatis, andai kita bisa memegang pesan surat Al-Ashr ini, kita akan mendapatkan keberuntungan bukan kerugian.

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,

Khatib—yang berdiri di sini—bersyukur bisa melakukan ketaatan untuk saat ini, belum tentu di lain waktu  bisa meninggalkan kemaksiatan. Begitupun, saudara kita yang saat ini—mungkin—sedang bermaksiat belum tentu akan bermaksiat terus menerus, mungkin saja malah lebih taat daripada kita.

Ini menunjukkan betapa pentingnya saling mengingatkan sesama muslim, meski kita bukan tergolong orang yang baik.

Dalam surah At-Taubah ayat 71 Allah berfirman,

وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ  ….٧١

Dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari kemunkaran …,”

Jemaah hadirin yang diridai Allah Swt.,

Mengingatkan orang dalam kebaikan itu memang beresiko, tetapi malah orang-orang yang berani mengambil resiko inilah yang akan mendapatkan kemuliaan.

Kalau kita tidak bisa mengingatkan khalayak luas. Ya, paling tidak teman-teman atau sanak famili kita. Kalau pun belum berani, ya minimal adalah keluarga kita; istri dan anak-anak kita.

Begitupun sebaliknya, saat kita alpa atau khilaf harus siap menerima nasihat dari orang lain. Dengan demikian, kebahagiaan dan keberuntungan selalu menyertai kita, bukan?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Momentum ini, khatib mengajak hadirin untuk berani saling mengingatkan, mulai dari hal-hal yang remeh, mulai dari lingkup yang paling kecil. Paling tidak, kita berharap agar bukan termasuk golongan orang-orang rugi di dunia.

Semoga khutbah ini bermanfaat kepada khatib dan jemaah hadirin.

أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

1

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.