

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ كِتَابَهُ الـمُبِينَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْئٍ، وَهُدًى وَرَحْمَةً لِلمُؤْمِنِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَي أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِينَ مُـحَمَّدٍ الـمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَعَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمُحَجَّلِينَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَومِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الـمُـتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: وَإِذَا حَضَرَ ٱلۡقِسۡمَةَ أُوْلُواْ ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينُ فَٱرۡزُقُوهُم مِّنۡهُ وَقُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٨
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Akhir-akhir ini, kita disuguhkan dengan berbagai tontonan yang “menarik”, termasuk kebijakan dan perilaku elite-elite kita terhormat. Sebagai masyarakat yang baik, kita harus tetap mendoakan yang terbaik bagi pemimpin kita.
Kelihatannya, kebijakan atau perilaku elite-elite—yang terlihat sekarang—adalah cerminan diri kita sebagai masyarakat. Kita tidak bisa lepas dan cuci tangan begitu saja, andai saja Indonesia darurat seperti yang viral beberapa bulan yang lalu, kita tetap terlibat. Toh, kita yang memilih mereka—para elite, pertanyaanya adalah faktor apa yang mendorong memilih mereka, karena kapasitasnya atau tergantung amplopnya? Ini harus kita jadikan evaluasi bersama!
Jemaah salat Jumat rahimakumullah,
Melihat dinamika hari ini, hemat khotib sedang terjadi krisis empati. Tentu, hal ini perlu kita waspadai. Jangan-jangan kita juga nirempati pada sekitar!
Pada momentum Bulan Rabiul Awal ini, kiranya kita perlu belajar empati pada Nabi Muhammad saw., sosok Nabi akhir zaman yang sempurna akhlak dan perangainya.
Bagaimana nabi selalu bisa merasakan kekhawatiran dan perasaan yang dialami oleh para sahabatnya dan bisa berikan solusi terbaik.
Memang kita sulit meniru Nabi Muhammad saw seutuhnya., setidak-tidaknya kita tetap perlu melatih diri untuk berempati kepada sesama, berempati kepada yang sedang susah, berempati dengan tindakan-tindakan kecil sangat lah berarti. Saat ada teman yang mencurahkan permasalahannya, paling tidak kita menjadi pendengar yang baik, bukan malah menghakimi atau jadikan bahan ejekan. Sederhana, bukan!
Maasyiral muslimin rahimakumullah,
Ada contoh yang patut kita teladani dari Nabi Muhammad saw., meski contoh ini mungkin sangat sederhana. Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah dari Abu Said al-Khudri, suatu ketika kita salat zuhur berjemaah dengan Baginda Nabi Muhammad saw., ternyata ada anak kecil yang menangis, Nabi pun segera selesaikan salat. Para sahabat memberanikan diri bertanya tentang ihwal tersebut. Nabi pun bersabda.
إِنِّي سَمِعْتُ بُكَاءَ صَبِيٍّ، فَخَشِيتُ أَنْ يَفْتِنَ أُمَّهُ
“Aku tadi mendengar anak laki-laki kecil menangis, saya khawatir bakal merepotkan ibunya.” Menarik, bukan?
Maasyiral muslimin rahimakumullah,
Contoh sederhana lainnya dari Baginda Nabi Muhammad saw., beliau memperhatikan para sahabatnya dengan penuh perhatian dan empati. Berdasarkan riwayat Abu Ya’la.
كَانَ رَسُولُ اللهِ اِذَا فَقَدَ الرَّجُلُ مِنْ إِخْوَانِهِ ثَلَأثَةَ أَيَّامٍ، سَأَلَ عَنْهُ، فَاِنْ كَانَ غَائِبًا دَعَا لَهُ، وَإِنْ كَانَ شَاهِدًا زَارَهُ، وَاِنْ كَانَ مَرِيضًا عَادَهُ.
“Rasulullah saat tidak bertemu dengan seorang sahabatnya selama tiga hari akan menanyakan tentang keberadaannya. Jika sahabat tersebut sudah wafat Nabi berdoa untuknya, jika masih hidup Nabi akan berkunjung kepadanya, jika sakit Nabi akan menjenguknya.” Sederhana, bukan?
Nahasnya, kita sering menanggalkan itu semua. Wajar dinamika kebangsaan kita hari ini—seakan-akan—didominasi oleh orang-orang yang nirempati.
Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Semoga kita semua bisa belajar berempati dengan orang-orang sekitar kita seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw. Semoga khotbah singkat ini bermanfaat bagi khotib—secara khusus—dan kepada jemaah semuanya.
هَدَانِي اللهُ وَاِيَّاكُمْ
أَقُوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khotbah II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعدُ.
فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.