Rabiulawal, Momentum Jadikan Nabi Muhammad Sebagai Idola

اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ المُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَ الوَفَاء. أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا المُسْلِمِينَ أُصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الكَرِيِمِ: لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلآخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيراً

Jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah Swt.

Rabiulawal ini harus menjadi momentum yang bisa kita maksimalkan dengan baik. Di tengah kegersangan teladan para pemimpin, kita tetap tidak kehilangan sosok teladan termulia yang tidak lekang oleh waktu, teladan sejati sepanjang masa, Nabi agung Muhammad bin Abdullah saw.

Apapun profesi kita, apapun jabatan kita, apapun posisi kita, Nabi Muhammad saw. dapat menjadi sosok panutan dan idola bagi kita.

Sebagai pemimpin misalnya, Nabi selalu hadir di setiap undangan apalagi yang mengundang orang miskin, Nabi sosok demokratis, toleran, dan mementingkan kemaslahatan kaitan urusan negara. Sebagai pedagang, Nabi Muhammad saw. selalu jujur dan tidak mempermainkan timbangan. Sebagai pemuda, Nabi dapat mempersatukan masyarakatnya dalam kebaikan, bukan malah memperkeruh suasana. Sebagai guru, Nabi memperhatikan detail urusan murid-muridnya. Sebagai kepala rumah tangga, Nabi memenuhi hak-hak istri dan anak dengan penuh kasih sayang.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita bisa menjadikan Nabi sebagai panduan suri teladan di setiap sisi kehidupan. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 21.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلآخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيراً

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Nabi Muhammad saw. merupakan suri teladan terbaik. Apapun yang dilakukan oleh Nabi merupakan contoh terbaik; setiap kalamnya manis dan penuh makna, setiap perbuatannya bijak dan penuh hikmah, setiap tindak tanduk langkahnya pelajaran untuk umatnya.

Nabi memang sosok termulia dan teladan terbaik, pertanyaannya adalah teladan untuk siapa?

Ayat di atas menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad saw. suri teladan bagi “orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Ma’asyiral muslimin yarhakumullah,

Imam Sha’rawi menjelaskan ayat di atas dalam tafsir Al-Sha’rawi, beliau menekankan pada وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيراًdan yang banyak mengingat Allah”. Mengapa kok harus yang banyak mengingat Allah? Ya, hanya dengan selalu mengingat kepada Allah Swt.—sang Maha Pencipta dan Maha Mengatur—kita bisa bersiap dengan segala konsekuensi ketaatan. Boro-boro selalu mengingat Allah Swt. salat saja terkadang kita masih khilaf, kita sering qada!

Hadirin salat Jumat yang disayangi Allah Swt.

Kasih sayang Nabi Muhammad saw. pada kita—umatnya—sungguh luas dan dalam. Saking luas dan dalamnya cintanya, rahmat Allah Swt. pun diberikan kepada umatnya kelak di akhirat.

Para malaikat pun bersusah payah mencari umatnya Nabi Muhammad saw. yang masih tersisa di neraka, disebutkan dalam Maulid Diba’,

فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالىٰ لِلْمَلَآئِكَةِ اذْهَبُوْا وَزِنُوْهُمْ فَيَقُوْلُوْنَ يَارَبَّنَا وَجَدْنَاهُمْ أَسْرَفُوْا عَلىٰ أَنْفُسِهِمْ وَوَجَدْنَا أَعْمَالَهُمْ مِنَ الذُّنُوْبِ كَأَمْثَالِ الْجِبَالِ. غَيْرَ أَنَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ. وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Allah Swt. berfirman kepada para malaikat, “Pergilah kalian dan timbanglah (amal umat Muhammad)!”. Para malaikat pun menjawab, “Wahai Tuhan kami, kami mendapati mereka (bermaksiat) melampaui batas diri mereka bahkan perbuatan dosa-dosa mereka bak gunung menjulang. Tetapi mereka memiliki keimanan; mengimani tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad saw. adalah utusan Allah”.”

Hadirin rahimakumullah,

Kendati ada umat Nabi Muhammad saw. yang dosanya lebih tinggi daripada gunung, apakah lantas mereka ditinggalkan Nabi Muhammad saw. di neraka? Tidak!

Berkat Nabi Muhammad saw., Allah memberikan rahmat-Nya kepada mereka yang berlumur dosa. Lanjutan redaksinya,

فَيَقُوْلُ الْحَـقُّ وَعِزَّتِيْ وَجَـلَالِيْ لَاجَـعَلْتُ مَنْ أَخْـلَصَ لِيْ بِالشَّـهَادَةِ كَمَنْ كَذَّبَ بِيْ. أَدْخِـلُوْهُمُ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِيْ

Allah Zat—Maha Benar—berfirman, “Berkat kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Tidak akan aku jadikan—mereka—orang-orang yang ikhlas mengimani-Ku seperti orang-orang yang membohongi-Ku (mengingkari-Ku). Masukkan mereka ke surga lantaran rahmat-Ku!”.”

Allah Allah, Luar biasa bukan, kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad saw.!

Jemaah solat Jumat rahimakumullah,

Akankah kita membuat sedih Nabi Muhammad saw. dengan kemaksiatan kita, akankah kita terus membuat Nabi menangis karena perilaku kita yang semakin jauh dari syariat Islam! Bukankah kasih sayang Nabi pada umatnya tidak terbatas, hingga saat menghadap kepada Allah Swt. pun tetap yang diperhatikan, “Ummati, Ummati, Ummati!”.

Mari kita maksimalkan bulan Rabiulawal ini sebagai momentum lebih mendekatkan diri kepada Nabi agung Muhammad saw.

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ يَا سَيِّدِيْ يارَسُولَ اللهِ

أَقوْلُ قوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتغْفِرُ اللهَ ُ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعدُ، فَيا أَيُّها الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفسِيْ بِتقْوَى اللهِ  الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغيَ وَالسُّيوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

 

1

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Post Lainnya

Arrahim.id merupakan portal keislaman yang dihadirkan untuk mendiseminasikan ide, gagasan dan informasi keislaman untuk menyemai moderasi berislam dan beragama.