Khutbah Jum’at Berbahasa Daerah Sebagai Bentuk Ekspresi Keislaman di Indonesia
Khutbah berbahasa lokal merupakan sebuah bentuk dari akulturasi Islam dan budaya setempat.
Khutbah berbahasa lokal merupakan sebuah bentuk dari akulturasi Islam dan budaya setempat.


Adanya guru penggerak, pengajar praktik dan lain-lain ini merupakan tanda bahwa guru-guru kita sudah mulai bergerak dan bertumbuh (growth maindset).


Tidak kaku, dinamis dan berfikir “out of the box” menjadi sebuah keniscayaan pada perkembangan dunia pendidikan dewasa ini.


Sholat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup.


Tidak ada orang yang bisa bahagia sendiri jika orang-orang lain di sekitarnya menderita.


Dunia pendidikan di era society 5.0 diharapkan mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna dengan menciptakan pembelajaran menyenangkan.


Pola keislaman masyarakat Lamongan menggambarkan wajah moderat penuh kesejukan, kedamaian dan saling toleran.


Setiap kemajuan dunia harus diiringi dengan praktik spiritual yang diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari agar kehidupan dunia dan akhirat bisa berjalan seimbang.


Agama harus hadir dalam setiap relung kehidupan sebagai problem solver bukan justru sebagai penghambat terwujudnya masyarakat modern yang madani.


Jangan mati besok malam selelah apapun kita. Karena, lusa adalah hari yang indah.

