Islam Agama Istimewa
Islam telah merevolusi pemikiran kuno dan pernah menjadi pusat peradaban dunia.
Islam telah merevolusi pemikiran kuno dan pernah menjadi pusat peradaban dunia.

Sosok Ibnu Rusd dan Ibnu Sina merupakan gambaran bagaimana filsuf muslim cum ulama’ masa lalu sama sekali tidak alergi untuk berjumpa dan menyerap pikiran-pikiran dari peradaban lain.

Seorang mahasiwa di perguruan tinggi Islam tidak hanya mempelajari ilmu agama, melainkan juga ilmu lain dengan payung paradigma integrasi keilmuan.

Semua ilmu itu berasal dari Allah. Manusia dapat memperolehnya dengan meningkatkan laku spiritualitas maupun dengan cara mempelajari ilmu tertentu dengan rajin.

Apabila ada masalah yang lebih besar datang, sebisa mungkin kita tidak marah, tetap tenang dan langsung cari apa solusinya. Seperti kata Gus Dur, “Gitu saja kok repot”.

Para ilmuwan muslim abad pertengahan menunjukkan kualitasnya sebagai ilmuwan dengan cara mengkritik pandangan pemikir sebelumnya secara elegan dan didasarkan pada ilmu pengetahuan.

Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang secara langsung dan tidak langsung memerintahkan umat Islam untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan Tuhan.

Para sahabat mempelajari Al-Qur’an kemudian merealisasikan dalam kehidupan sehari-harinya adalah kunci untuk menjadi generasi terbaik.

Ketika ulama bersekutu dengan penguasa, perkembangan ilmu pengetahuan cenderung mempet.

Problem masyarakat kontemporer seperti demokrasi, HAM, pluralisme, yang sungguhpun lahir dan besar di Barat adalah sebuah kenyataan dimana teologi sebagai yang mewakili pandangan keagamaan harus bermain didalamnya.
