Anisa' Fatihah Rizki Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Tantangan Generasi Muda Muslim Di Era Modern

2 min read

Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinan keluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara. Generasi muda dengan keperibadian belum stabil, gemar meniru dan mencari-cari pengalaman baru sangat mudah terpengaruh dan mengadopsi nilai-nilai yang mereka anggap modern dan trend untuk dijadikan anutan dalam menjalani kehidupan mereka.

Secara mikro, tugas dan tanggung jawab pendidikan atau pembinaan generasi muda adalah amanah Allah SWT kepada kedua orang tua dalam rumah tangga, namun secara makro hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama orang tua di rumah tangga, guru-guru di sekolah, pemerintah serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungan masyarakat.

Sejarah mencatat tidak ada perubahan besar untuk kemajuan bangsa di Indonesia maupun dunia, tanpa peran dan sumbangsih kaum muda. Boleh dikatakan jika tanpa pemuda mustahil Indonesia bisa merdeka. Di sini kita bisa dilihat betapa besarnya peran pemuda dalam kemerdekaan Indonesia, pantas jika dikatakan pemuda adalah penentu maju mundurnya suatu negara. Sebab, terbukti sejak dulu kala, sekarang dan yang akan datang sesuai dengan fitrahnya pemuda merupakan tulang punggung negara, penerus estafet perjuangan terhadap bangsanya.

Banyak juga yang mengatakan bahwa pemuda sekarang ini adalah generasi milenial. Dapat diperkirakan bahwa generasi milenial yang dimaksud memiliki rentang usia 17 sampai 37 tahun. Generasi milenial memiliki sikap yang sangat toleran terhadap sesama karena pengaruh dari globalisasi yang sangat cepat, yang mana anak muda dapat berinteraksi dengan manusia lainnya dari berbagai belahan dunia. Arus globalisasi berhasil menciptakan interaksi langsung dan tidak langsung yang lebih luas antara umat manusi yang tidak mengenal batasan-batasan.

Baca Juga  Yang Hampir Hilang dari Pendidikan Kita

Generasi muda dapat diibaratkan seperti ilalang yang sedang pada masa kejayaan dengan kondisi terbaiknya. Dapat juga kita umpamakan seperti sebilah pisau yang tajam tanpa karat di tepinya. Ilalang dan pisau ini akan  sangat berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan banyak orang, jika digunakan dengan benar,  namun akan sangat membahayakan jika digunakan dengan tidak benar.

Sama seperti itulah generasi muda, mereka merupakan sosok tangguh yang butuh bimbingan untuk menjadi sosok yang berguna  bagi diri sendiri dan juga orang lain. Maka dari itu, peran orang tua, keluarga, lingkungan dan teman-teman sepermainan akan memengaruhi karakter generasi muda, apakah akan menjadi sosok pemimpin kedepannya.

Tantangan yang tampak dan jelas terhadap kehidupan ini khususnya kepada generasi muda saat ini adalah; Pertama, Munculnya fenomena pergaulan antara mereka yang jauh dari tuntunan syariat Islam, bergandengan tangan berpelukan bahkan jauh lebih dari itu dianggap sesuatu yang lumrah, dan pergaulan bebas.

Sementara ada sebagian pemuda yang memakai sarung peci berangkat ke masjid, menuju majelis ta’lim dikatakan sok alim ada maunya dan lain sebagainya. Islam tidak antipati dengan sebuah pergaulan/ ukhuwah, Islam mengajarkan kepadakita untuk bergaul kepada siapapum bahkan kepada non muslim .

Kedua, Media dan dunia intertain. Gemarlapnya dunia hiburan yang didukung dengan media membuat kita umumnya dan para generasi muda dapat terlena olehnya. Sebuah catatan hampir 90% tayangan yang ada kurang mendidik dan kurang bermanfaat untuk membangun generasi Islam yang cerdas, dan yang lebih membahayakan lagi terhadap perkembangan pola pikir anak. Dapat kita lihat mereka lebih hafal dengan lagu-lagu orang dewasa, cara bicara orang dewasa bahkan tidak dilakukan oleh orang dewasa, mereka lebih hafal dengan para seleb daripada tokoh dan pejuang agama islam, mereka lebih hafal sinetron percintaan dari pada menghafal Al-Qur’an dan membaca buku pelajaran.

Baca Juga  Kita Diajarkan untuk Menjadi Pemaaf

Jadi tidak aneh jika generasi dan anak-anak lebih hafal ratusan judul lagu dan sinetron daripada mendalami ajaran Islam yang fundamen. Seperti juga tayangan hiburan dengan kostum yang tidak sesuai dengan adat ketimuran dan agama islam, gaya hidup, pergaulan hidup modern, perbuatan kurang baik bahkan tidak terpuji hampir sudah mengkar dikalangan generasi muda. Ini menjadi tantangan berat bagi generasi muda Islam sebagai agen perubahan untuk melakukan sebuah inovasi agar generasi Islam dapat terselamatkan.

Ketiga, Gaya hidup. Mungkin kita masih inget sebuah fenomena tentang jilboobs, mungkin kebanyakan masih ingat dan pernah menjadi trend dikalangan muslimah. Jiboobs sendiri adalah gaya pakaian muslimah yang menggunakan jilbab namun dibalut dengan pakaian yang  kelihatan ketat, sehingga membentuk lekuk tubuh. Kita menjadi bingung, sebenarnya mereka itu menutup aurat ataukah membentuk aurat?. Fenomena tersebut merupakan salah satu dari gaya hidup yang abruladul yang dapat kita dan masih diikuti oleh kalangan remaja, dan masih banyak lagi gaya hidup ambruladul yang dapat kita saksikan saat ini.

Keempat, Kemajuan teknologi. Saat ini sebagai penunjang kebutuhan hidup tidak dapat elakkan oleh semua orang dari yang muda hingga tua. Majunnya teknologi android. Akan menjadi peluang dari generasi Islam yang dapat menguasai teknologi tersebut agar dapat digunakan sebagai media da’wah, bisnis dan berbagi ilmu agama dan tentunya sesuatu yang bermanfaat.

Teman-teman mahasiswa, para pemuda, mari kita manfaatkan waktu muda kita untuk hal yang bermanfaat, karena hidup itu cuman sekali dan tidak tau sampai kapan. Tetap berpedoman dengan ajaran Islam dan tetap teguh menjalani aturannya. Insya Allah hidup kita akan bermakna, dan bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga  New Normal di Pesantren

Setiap tantangan di sisi lain pasti ada peluang, untuk itu mari ber inovasi menciptakaan peluang, selain itu tantangan demi tantangan di atas menuntut tiga peran yang kiranya harus harus dapat mendominasi, yaitu peran pendidikan (formal, non formal), orang tua, dan agama.   (mmsm)

Anisa' Fatihah Rizki Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya