Ghefira Ghefira Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Menghadapi Burnout: Mengenali Tanda-Tanda dan Solusinya

2 min read

Burnout adalah kondisi di mana seseorang merasa kelelahan dan tidak mampu memenuhi tuntutan yang terus meningkat karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Kondisi ini dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, seperti kesehatan fisik, kesejahteraan emosional, dan produktivitas dalam kehidupannya.

Seseorang yang mengalami burnout sering merasa lelah secara fisik dan emosional. Mereka mungkin merasa kurang energi, letih, dan sulit tidur.

Studi dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa kelelahan yang berkepanjangan adalah salah satu gejala utama burnout. Penelitian ini menemukan bahwa seseorang yang mengalami burnout memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan fisik, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Seseorang yang mengalami burnout dapat mengalami penurunan kinerja dan produktivitas, merasa kurang termotivasi, kesulitan berkonsentrasi, dan sering membuat kesalahan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa lelah berhubungan erat dengan kinerja kerja yang lebih buruk dan komitmen yang lebih rendah pada pekerjaan.

Orang yang mengalami burnout sering kali menjadi sinis dan tidak tertarik pada pekerjaan mereka. Mereka mungkin merasa terisolasi dari orang-orang disekitar mereka dan kehilangan semangat untuk mencapai tujuan pribadi mereka.

Asosiasi Psikologi Amerika menyatakan bahwa sinisme dan detasemen adalah tanda-tanda utama kelelahan, yang dapat menyebabkan penurunan keterlibatan dan kepuasan di tempat kerja.

Burnout dapat muncul melalui berbagai masalah kesehatan fisik, seperti sakit kepala, masalah pencernaan, dan masalah tidur.

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), burnout dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik, yang dapat memperburuk kondisi medis sebelumnya.

Solusi Mengatasi Burnout

Menerima kenyataan bahwa kita mengalami kelelahan adalah langkah pertama dalam mengatasi kelelahan. Kita hanya akan memperburuk keadaan dengan mengabaikan atau menolaknya. Cara mengatasinya yaitu catat gejalanya dan bicarakan dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental.

Baca Juga  Bagaimana Kalau Kita Rayakan Tahun Baru di Bulan Maret?

Pengaturan prioritas dan manajemen waktu yang efektif dapat membantu mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan. Cara mengatasinya yaitu membuat daftar tugas, menetapkan tenggat waktu untuk setiap tugas, dan menentukan tugas mana yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu.

Untuk pemulihan energi dan keseimbangan mental, diperlukan istirahat yang cukup. Cara mengatasinya yaitu jadwalkan waktu istirahat rutin selama hari sibuk kita dan pastikan kita tidur cukup setiap malam. Jika diperlukan, pertimbangkan untuk mengambil libur untuk meremajakan diri.

Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu kita merasa lebih baik secara emosional dan fisik. Cara mengatasinya yaitu luangkan waktu setiap hari untuk berlatih teknik ini. Ada banyak aplikasi dan sumber daya online yang dapat kita gunakan untuk memulai.

Rasa nyaman dan bantuan emosional dapat diberikan oleh dukungan dari teman, keluarga, dan orang-orang sekitar. Cara mengatasinya yaitu jangan ragu untuk berbicara tentang perasaan kita dengan orang-orang terdekat. Bergabung dengan komunitas atau kelompok dukungan juga bisa sangat membantu.

Kita dapat menenangkan diri dan menghilangkan stres dengan berpartisipasi dalam aktivitas yang kita sukai. Cara mengatasinya yaitu temukan hobi atau aktivitas yang disukai dan jadwalkan waktu secara teratur untuk melakukannya. Kita dapat melakukan hal-hal seperti membaca, berolahraga, atau pergi ke kelas seni.

Bantuan profesional sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut jika burnout sudah sangat parah. Cara mengatasinya yaitu mencari seorang psikolog, terapis, atau konselor yang dapat menawarkan metode koping yang lebih spesifik dan personal.

Mengenali tanda-tanda burnout dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga  Al-Ghazali dan Tesis Kemunduran Peradaban Islam

Dengan manajemen waktu yang baik, istirahat yang cukup, teknik relaksasi, dukungan sosial, dan bantuan profesional jika diperlukan, seseorang dapat pulih dari burnout dan mencegahnya terjadi lagi di masa depan. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan dan dukungan, karena kesehatan mental adalah prioritas utama. [AR]

Ghefira Ghefira Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya