Imam Nakhai Dosen Ma’had Aly Situbondo, Komisioner Komnas Perempuan, Ahli Ushul Fiqh

Kau Bukan Laki Laki Terbaik, Jika Masih Memukul Istrimu

42 sec read

Suatu hari Rasulullah bersabda, “janganlah engkau memukul istri istrimu (ima’allahi-hamba hamba Allah).

Beberapa hari pasca Sabda itu, Sayyida Umar ra, menghadap Nabi dan memyampaikan bahwa banyak perempuan perempuan yg berani kepada suaminya (karena tidak boleh lagi memukul).

Mendengar pengaduan Sayyidina Umar ra, akhirnya Rasulullah memberikan dispensasi (rukshah) kepada suami untuk (boleh) memukul istri.

Pasca Sabda Nabi yang membolehkan suami memukul istrinya, datanglah banyak perempuan mengelilingi rumah keluarga Nabi, mereka berdemo dan mengadukan pada Nabi bahwa suaminya kembali memukul istrinya.

Pada akhirnya ini menimbulkan ambigu. Di satu sisi ketika suami dilarang memukul maka istri akan berani (kepada suaminya), namun di sisi lain ketika suami dibolehkan memukul istri maka suami akan semena-mena. Atas dilema ini akhirnya Nabi bersabda:

لَيْسَ أُولئك بخيارِكُمْ

Artinya: Suami yang memukul istrinya, bukanlah suami yang  terbaik.

Inilah jalan tengah yang dipilih Nabi, pilihan yang bijak ketika itu. Inilah sikap moderat Kanjeng Nabi. Nabi mengambil pilihan lebih tinggi dari sekedar bersabda boleh tidaknya memukul istri. Nabi mengedepankan nilai kebaikan. Seakan Nabi hendak berkata “kalian boleh memukul istri, tapi kalian bukan laki laki yang terbaik”.

Apakah kita laki laki akan menjadi suami biasa saja, ataukah menjadi suami terbaik sebagaimana dicita citakan dan dicontohkan Kanjeng Nabi.

Wallahu A’lah. (mmsm)

 

Baca Juga  Wahing Diantemi: Revolusi Nilai Ditengah Pandemi
Imam Nakhai Dosen Ma’had Aly Situbondo, Komisioner Komnas Perempuan, Ahli Ushul Fiqh