Heri Munajib Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama

Refleksi 1 Tahun Pandemi (1)

58 sec read

Tepat satu tahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia dengan kado hadiah adanya mutasi virus corona asal Inggris atau B.1.1.7 masuk ke Tanah Air, hal ini juga di perburuk dengan terhitung sejak kasus pertama 2 Maret 2020 hingga 1 Maret 2021, jumlah testing yang dilakukan pemerintah Indonesia berada pada angka 7.213.192 orang dengan total 10.834.875 spesimen. Itu artinya hanya 2,67 dari 270,2 juta penduduk Indonesia yang diperiksa.

Secercah harapan untuk mengakhiri pandemi kini mulai terlihat setelah dimulainya upaya vaksinasi sejak pertengahan Januari lalu. Berikut update vaksinasi di Indonesia dikutip dari situs resmi Kemenkes: Total Sasaran Vaksinasi: 181.554.465 Sasaran Vaksinasi SDMK: 1.468.764 Populasi Vaksinasi: 11.383.576 Vaksinasi-1: 1.691.724 Vaksinasi-2: 998.439.

Meski belum final, program pemerintah ini terdapat hambatan yang sangat besar karena masih maraknya infodemi dan HOAX di terima masyarakat kita. Setidaknya temuan isu HOAX Covid 19 sebanyak 1.446 isu hoax dengan didominasi lewat media sosial terutama Facebook dan Twitter.

 

Dengan masih rendahnya kasus yang berhasil di tuntaskan dengan hukum positif hanya sebanyak 104 kasus dengan 104 tersangka, tentunya ini informasi yang sangat menyedihkan bagi organisasi dan para pendebunk HOAX, seoalah-olah usaha kita selama mementahkan HOAX tidak ada ganjaran yang bisa ditimpakan kepada pembuat dan penyebar HOAX.

Saat ini kalau kita ilustrasikan kecepatan menyebarkai 1HOAX setidaknya hanya butuh 3 menit untuk menyebar ke 10 sebagai downline pertama dan 6 menit kita sudah dapat downline 10 orang kedua, akan tetapi kecepatan mendebunk HOAX setidaknya dibutuhkan waktu 60 menit untuk mendapatkan 10 downline pertama, jadi memang sangat tidak sebanding.

Dibawah ini sebaran data bersedia menerima vaksin.

 

Baca Juga  Bagaimana Dunia Pendidikan Pasca Covid19

Dari data diatas masih menjadii peer berat bagi kita semua terhadap program vaksinasi Covid nasional. Beberapa alasan yang digunakan tidak menerima program vaksinasi Covid diantaranya :

Dengan kanal utama sebaran infodemik paling besar di terima dari media sosial diantaranya:

 

MASTEL, April 2019.

Selanjutnya: Refleksi 1 Tahun Pandemi (2)

Heri Munajib
Heri Munajib Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama