Heri Munajib Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama

Refleksi 1 Tahun Pandemi (2)

1 min read

Sebelumnya: Refleksi 1 Tahun Pandemi (1)

Beberapa isu HOAX terkait vaksin Covid diantaranya :

  • Gereja haramkan vaksin covid 19
  •  Vaksin Pfizer beracun dan mematikan
  • Setelah di vaksin Covid kasus kanker dan HIV akan meledak.

Dengan banjirnya informasi hoax atau infodemik terkait vaksin covid kita mau berdiri dimana?

Padahal collateral damaged Covid di Indonesia sangat begitu terasa, setidaknya per 17 Februari 2021 total ulama yang sudah wafat durante pandemi 366 dengan sebaran data dibawah ini.

Bagi jamiiyah NU beliau-beliau yang wafat tidak hanya guru akan tetapi juga pembimbing hidup, bagaimana mungkin kita bisa mencetak 1 ulama instan dalam 1 atau 2 tahun? Setidaknya dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga puluhan tahun untuk meciptakan ulama yang mumpuni di bidangnya.

Ini PR terbesar bagi jamiiyah kita bagaimana tongkat dan sanad tidak sampai terputus, setidaknya jalan memutus pandemic adalah program vaksinasi covid oleh pemerintah, kalau kita mau mencontoh di Israel.

Data dari Israel: Vaksinasi menurunkan angka terinfeksi- bergejala- perawatan rumah sakit- gejala serius dan kematian secara bermakna (garis merah tdk divaksin- garis biru di vaksin). Jadi manfaat vaksinasi jelas. Namun gambaran diatas menunjukkan bahwa bagi mereka yang sudah di vaksin – tetap waspada- tetap saja ada peluang kecil untuk terinfeksi bahkan meninggal. vaksin + protokol kes = tetap dijalankan.

Disisi lain Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi corona (Covid-19) bagi jemaah haji 2021. Melansir Reuters, yang mengutip Okaz, mereka yang sudah divaksin akan diizinkan melaksanakan haji. “Vaksinasi Covid-19 diwajibkan bagi mereka yang ingin datang melaksanakan haji dan jadi syarat utama (izin masuk),” kata Kementerian Kesehatan Arab Saudi, fikutip Rabu (3/3/2021).

Sedangkan proses belajar dan tatap muka sekolah negeri dan swasta yang rencananya nanti Juli akan di laksanakan bisa menjadi boomerang yang tidak terarah bila kita tidak mampu untuk mengawal kebijakan ini, berkaca dari Arab Saudi usulan untuk vaksinasi menyeluruh kepada guru setidaknya bisa dijadikan syarat untuk bisa ikut dalam proses belajar mengajar, disamping untuk memberikan perlidungan baik dari sisi guru ataupun sisi murid.

Baca Juga  Benarkah Agama Mandul Hadapi Virus Korona?

Nah bagaimana kita bisa mensukseskan Program Vaksinasi Covid19 dari pemerintah bila kita tidak bisa memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, dokter guru itu adalah agent of change, menjadi tidak lucu bila mereka menolak program vaksinasi karena infodemi yang di dapatkan dari media sosial, Indonesia masih merupakan negara terendah literasi digitalnya nomer 2 terbawah, mari kita giatkan literasi digital kita, dan ingat, SARING SEBELUM SHARING.

Heri Munajib
Heri Munajib Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama