Khairun Niam Mahasiswa sekaligus santri Pondok Pesantren Nurul Ihsan Yogyakarta

Pentingnya Kitab Ta’lim Muta’alim dalam Pendidikan

2 min read

Dalam dunia pesantren mengkaji kitab Ta’lim Muta’alim sepertinya sudah menjadi sebuah kewajiban. Kitab yang ditulis oleh Az-Zarnuji ini merupakan kitab yang membahas seputar dunia pendidikan. Oleh sebab itu dikalangan pesantren nama Az-Zarnuji dikenal sebagai sosok yang mempunyai pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Menurut KH. Jazilus Sakhok dari seluruh kitab yang pernah dikarang oleh beliau, kitab ini merupakan Master Piece nya Imam Az-Zarnuji. Menariknya adalah kitab ini sudah bertahan kurang lebih 800 tahun dan masih bertahann serta digunakan hingga hari ini. Lantas siapakah Az-Zarnuji dan apa saja isi dalam kitab Ta’lim Muta’alim ini?.

Imam Az-Zarnuji memiliki nama lengkap Burhanuddin Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi. Nama lainnya adalah Burhanul Islam Zarnuji. kata “Burhanul Islam” merupakan sebuah gelar yang ia dapatkan ang memiliki arti bukti kebenaran Islam. Mengutip dari wikipedia Az-Zarnuji lahir dan tinggal di Zarnuj, sebuah kota yang teletak di seberan sungai Oxus di Wilayah Turkistan yang saat ini dikenal dengan Kazakhastan. Mengutip dari Arif Muzayin Shofwan dalam artikelnya bahwa Affandi mengatakan Imam Zarnuji berasal dari sebuah kota Zarandji, salah satu daerah di wilayah persia dan pernah menjadi ibukota sidjistan yang saat ini dikenal dengan Afganistan.

Jazilus Sakhok juga mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan-penjelasannya dalam di kitab ini, sepertinya Az-Zarnuji pernah belajar di Bukhoro, yang sekarang kita sebut dengan khazakastan, sehingga terdapat tradisi-tradisi keilmuan Bukhoro yang mana pada waktu itu Bukhoro menjadi pusat keilmuan Islam pada abad pertangahan. Tradisi-tradisi ini adalah tradisi Asia Tengah yang mana dipenuhi oleh budaya persia. Dan memang pada waktu itu penduduk wilayah Persia banyak menganut mazhab hanafi. Selaras dengan itu kata “hanafi” yang terletak dibelakang nama Az-Zarnuji merupakan nisbat nama madzhab yang dianut oleh Az-Zarnuji.

Baca Juga  Anak (Hasil) Zina Wajib di Akui Nasab Oleh Ayah Biologisnya

Terkait riwayat hidup Imam Az-Zarnuji banyak sumber yang mengatakan dengan pendapat yang berbeda-beda. mengutip dari Muztaba dalam artikel Arif Muzayin Shofwan bahwa nama Imam Zarnuji saja samapai sekarang belum diketahui secara pasti, beitu pula dengan karir dan kehidupannya. Bahkan kewafatan Imam Zarnuji pun juga belum diketahui secara pasti. Mengutip dari annajah.co.id terkait kapan Az-Zarnuji wafat terdapat dua pendapat yang disampaikan ulama. Pertama ada yang menyatakan bahwa Az-Zarnuji wafat sekitar tahun 591 H atau 1195 M. Pendapat kedua menyatakan beliau wafat pada tahun 840 H atau 1243 M.

Latar Belakang Penulisan Kitab

Dalam muqoddimah kitab Ta’lim Muta’alim Az-Zarnuji bercerita tentang apa yang dia alami dan dia lihat pada orang-orang yang sedang menuntut ilmu di masa itu. Az-Zarnuji menyatakan bahwa dia melihat banyak orang yang sedang mencari ilmu dengan sangat sungguh-sungguh, tetapi mereka tidak pernah sampai mendapatkan manfaat dan buahnya ilmu pengetahuan yang berupa pengalaman dan penyebaran dari ilmu yang telah didapatkan. Ketika seseorang yang sedang mencari ilmu tetapi hasil pencarian ilmu itu tidak diamalkan maka dia tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu itu sendiri, lanjut KH. Jazilus Sakhok Menjelaskan.

Hal tersebut menurut Az-Zarnuji disebabkan karena mereka terputus dari jalan-jalan (metode) dalam mencari ilmu. Selain itu mereka juga meninggalkan syarat-syarat dalam mencari ilmu. Lanjut Az-Zarnuji ketika orang itu terlepas dari jalan (Metode) dalam proses mencari ilmu yang benar maka dia akan tersesat, maka akibatnya adalah dia tidak akan memperolah tujuan dari ilmu itu baik sedikit ataupun banyak.

Di Akhir Muqoddimahnya Az-Zarnuji menyatakan bahwa dia ingin menjelaskan kepada orang-orang yang sedang menuntut ilmu, bagaimana cara-cara dalam berlajar berdasarkan apa yang dia peroleh dari beberapa buku, pengalaman serta beberapa petunjuk yang didapatkan dari gurunya yang mempunyai ilmu dan hikmah.

Baca Juga  [Cerpen] ­­Mandi Terakhir

Jazilus Sakhok menjelaskan bahwa hikmah disini lebih kepada pengaruh batin, pengaruh spiritual yang didapatkan dari ilmu itu sendiri. Biasanya hikmah di sini lebih bermakna substansi-filosofis yang didapatkan dari sebuah ilmu. Ilmu tidak hanya tentang kecerdasarn kognitif saja tetapi ilmu harus disertai dengan hikmah, karena ketika ilmu tidak dimasuki hikmah maka akan menjadi kaku dan kering.

Pembahasan dalam kitab Ta’lim Muta’alim

Secara garis besar materi dalam Kitab Ta’lim Muta’alim dibagi menjadi 13 pasal yaitu

  • Substansi Ilmu pengetahuan,
  • Niat ketika mengawali mencari ilmu
  • Cara memilih ilmu, guru, teman dan keteguhan dalam menuntut ilmu
  • Mengagunggkan dan menghormati ilmu serta para guru
  • Sungguh-sungguh, ketekunan dalam mencari ilmu agar mencapai cita-cita
  • Tata tertib dalam mencari ilmu
  • Tawakkal
  • Penjelasan tentang waktu dalam menghasilkan ilmu
  • Harus terciptanya kasih sayang antara guru dan murid
  • Mencari kemanfaatan ilmu
  • Menjauhi Wirai dalam proses mencari ilmu
  • Menerangkan hal-hal yang menyebabkan cepat menghafal dan juga menyebabkan cepat lupa
  • Menjelaskan hal-hal yang bisa mencari rezeki dan yang bisa mencegar rezeki, hal-hal yang menambah umur serta mengurangi umur, dan hal-hal yang menambah dan mengurangi hafalan.

Sumber: Ngaji Ta’lim Muta’alim bersama KH. Jazilus Sakhok di langgar Pesantren pada minggu pagi

Khairun Niam Mahasiswa sekaligus santri Pondok Pesantren Nurul Ihsan Yogyakarta