Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.

Khutbah Jumat: Yang Dapat Dilakukan Orang Muda untuk Bangsa

3 min read

Khutbah Jumat I

الْحَمد لِلّهِ الَّذِي قَوِىَ بِدَلَائِل دِينِهِ أَرْكَانَ الشَّرِيعَةِ وَصَحَّحَ بِأحْكَامِهِ فُرُوْعَ الْمِلَّةِ الْحَنِيْفِيَّةِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى مَا عَلَّمَ وأَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَنْعَمَ وَأشْهَدُ أَنْ لَا إِلَه إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ الْقَائِلُ مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِه صَلَاةً تَنْشَرِحُ بهَا الصُّدُورُ وَتُهَوِّنُ بهَا الْأُمُورُ وتَنْكَشِفُ بِهَا السُّتُورُ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا مَا دَامَتِ الدُّهُوْرُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Ibnu Abbas meriwayatkan, pesan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada salah seorang laki-laki,

وقال ابنُ عَبَّاس قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Nabi Muhammad saw bersabda, “Ambillah kesempatan dari lima hal sebelum terjadi lima hal; pertama, Mudamu sebelum tuamu; kedua, sehatmu sebelum sakitmu; etiga, waktu kayamu sebelum miskin; keempat, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu; kelima, masa hidupmu sebelum ajalmu datang.”

Hadis ini mengingatkan kita selalu untuk memaksimalkan apa yang kita miliki saat ini dengan sebaik mungkin. Pertama, menggunakan waktu muda sebelum tua, artinya bahwa kita harus maksimalkan waktu muda sebelum tua.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

‘Orang muda adalah penentu arah bangsa’ kiranya demikian kata seorang bijak bestari. Sang Proklamator, presiden RI pertama Soekarno menyatakan “Berilah aku 10 pemuda akan aku cabut gunung beserta akarnya!”, dan banyak lagi kata bijak bestari yang mengagungkan para pemuda.

Dalam Alquran, Allah SWT bangga kepada orang muda yang luar biasa, mereka beriman Allah, sedang hidup dalam kekuasaan zalim, sehingga mereka bersembunyi untuk berlindung di gua sampai bertahun-tahun. Tujuh orang muda tersebut kelak dijuluki sebagai Ashabul Kahfi, Allah SWT berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 10,

إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَداً

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

Aksi heroik Nabi Ibrahim as saat menghancurkan berhala orang-orang kafir juga dilakukan pada saat usia mudanya. Saat nabi Ibrahim disidang oleh orang-orang musyrik karena mencemooh berhala yang mereka sembah beliau lalu menjawab tuduhan itu dengan cerdas. Allah SWT mengabadikan momentum tersebut pada surat Al Anbiya’ ayat 60.

Baca Juga  [Khutbah Idul Adha] Selembar Kisah Abadi: Pengorbanan Suci dan Cinta Sejati

قَالُواْ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِآلِهَتِنَآ إِنَّهُ لَمِنَ ٱلظَّالِمِينَ﴿٥٩﴾  قَالُواْ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ ﴿٦٠﴾ قَالُواْ فَأْتُواْ بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ ﴿٦١﴾ قَالُوۤاْ أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَـٰذَا بِآلِهَتِنَا يٰإِبْرَاهِيمُ ﴿٦2﴾ قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَـٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِن كَانُواْ يَنْطِقُونَ﴿٦3﴾

“Mereka berkata, siapakah yang melakukan (perusakan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim’. Mereka (yang lain) berkata, ‘Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim!’ mereka berkata ‘Kalau demikian, bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan’. Mereka bertanya kepada (Ibrahim), ‘Apakah engkau yang melakukan (perusakan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, Wahai Ibrahim? Ibrahim menjawab, Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka bisa berbicara”

Kisah Ashabul Kahfi dan Nabi Ibrahim, sekelumit kisah orang muda yang beriman dan berjuang di jalan Allah SWT. Selain itu, tentu banyak lagi kisah orang muda beriman yang luar biasa.

Hadirin jamaah salat Jumat yang dirahmati oleh Allah

Bahwa masa muda adalah masa keemasan seseorang, masa ditempa oleh proses dan perjuangan. Seseorang pada fase ini, sebagai pemuda memiliki fisik yang kuat, memiliki kesempatan untuk berjuang, memiliki peran luar biasa bagi lingkungan, bahkan agama dan negara.

Hadis Nabi Muhammad saw yang mengingatkan yang pertama kali harus kita garis bawahi adalah.

شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

“Masa muda sebelum masa tuamu.”

Sungguh waktu muda bukanlah waktu yang murah, tapi sangat mahal luar biasa. Selagi masih muda, banyak kesempatan yang bisa kita maksimalkan; kita bisa belajar dari pengalaman, kita bisa berbuat positif sebanyak mungkin, mewujudkan ide-gagasan kita. Demikian pula kita dapat berperan untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara dengan memaksimalkan potensi masing-masing.

Apakah semua orang memiliki potensi untuk berperan? Sungguh tidak ada ciptaan Allah SWT yang tidak memiliki potensi dan keistimewaan.

Baca Juga  [Idul Fitri] Andai Kita Masih Punya Waktu

لِكُلِ شَيْئٍ مَزِيَّة

“Segala sesuatu memiliki keistimewaan”

Apalagi manusia, ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, sebagaimana firmanNya dalam Q.S. At Thin:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلإِنسَانَ فِيۤ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Semuanya bisa ikut andil dalam mengisi kemerdekaan dengan berbagai kontribusi positif, mereka yang diberi anugerah oleh Allah SWT berupa kecerdasan dan penguasaan berbagai keilmuan dapat berkontribusi dengan ilmunya serta menyebarkannya demi kemaslahatan masyarakat. Mereka yang diberi anugerah berupa kekuatan fisik bisa bekerja di berbagai bidang pekerjaan dan komoditi masyarakat lainnya.

Mereka para pelajar, dapat bersungguh-sungguh dalam belajar. Mereka para pekerja, dapat menjalankan tugas dan kerja-kerja dengan baik, bahkan yang masih belum bekerja bisa mengisi hari-hari dengan kegiatan positif, inovatif, dan kreatif.

Semua bisa berkontribusi demi kemaslahatan masyarakat dan negara sesuai potensi dan bidang masing-masing.

Hadirin, ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Terdapat hadis Nabi Muhammad saw,

مِن حُسْنِ اِسْلامِ المَرْئِ، تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Termasuk orang yang paling baik Islamnya adalah ia yang meninggalkan apa yang tidak berfaedah baginya.

Selagi masih sanggup dan bisa berkontribusi, kita harus maksimalkan dengan sebaik mungkin.

Lantas, apakah hanya orang muda yang bisa berkontribusi?

Semua orang bisa berkontribusi, selagi ia memiliki kesempatan dan peluang untuk berkontribusi. Walaupun kriteria orang muda menurut UU No. 40 tahun 2009 adalah yang mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun, tapi pakar medis mengatakan bahwa mereka yang berkegiatan, beraktivitas, dan menyibukkan diri setiap hari, dapat disebut muda.

Muda bukan ukuran umur saja. “menjadi tua itu pasti, menjadi muda adalah pilihan” demikian kata seorang dokter.

Ma’asyiral muslimin yarhakumullah

Pesan kedua, adalah menggunakan waktu sehat sebelum sakit. Kiranya menjadi muda dengan terus berkegiatan dan beraktivitas itu penting, saat tubuh dan fisik tidak digunakan kegiatan maka muncul berbagai penyakit.

Pesan ketiga, menggunakan masa kaya sebelum miskin, bahwa finansial yang kita miliki adalah anugerah sekaligus nikmat Allah SWT yang harus kita maksimalkan dengan baik, selagi punya uang maka harus digunakan dengan baik, bisa berupa sedekah kepada yang membutuhkan,atau tabungan dunia atau tabungan akhirat.

Baca Juga  [Idul Fitri] Sertifikasi Fitri dengan Takwa

Pesan keempat, menggunakan waktu longgar sebelum masa sibuk, demikian kiranya kita diharapkan untuk menjadi hamba yang selektif dan produktif.

Sedangkan, pesan kelima adalah menggunakan saat masih hidup sebelum mati.

Hadirin rahimakumullah,

Kesimpulan dari khutbah kali ini, sebagai muslim Indonesia yang baik harus dapat memaksimalkan masa muda dengan sebaik mungkin, dengan berbagai kegiatan, dan kontribusi sesuai peran masing-masing, dengan bertujuan mengharap ridho Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Sebagai penutupan khutbah ini, Nabi Muhammad saw mengingatkan kita dalam sebuah hadis;

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ من الناس الصحة والفراغ

“Dua nikmat yang terlupakan oleh kebanyakan manusia, adalah kesehatan dan waktu senggang”

Semoga kita diberi pertolongan oleh Allah SWT selalu dipermudah untuk menjalani ibadah, ketaatan, dan bersyukur kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk memaksimalkan kesehatan kita dan waktu senggang kita dengan baik. Amin, ya rabbal alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Ahmad Syahrul Ansori Alumni Ponpes Mambaus Sholihin, Gresik.