






Khutbah Jumat kali ini ini mengajak kita merenungkan kembali tanggung jawab setiap Muslim dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar. Membiarkan kemungkaran dan kezaliman bukanlah sikap yang dapat dianggap sepele, sebab sikap abai dapat membuat keburukan terus tumbuh dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Melalui khutbah ini, kita diajak memahami pentingnya keberanian untuk menegakkan kebaikan, mengingatkan […]

Di tengah derasnya arus media sosial, seorang muslim perlu bijak memilih aktivitas yang bermanfaat. Khutbah Jumat ini mengajak kita merenungkan hadis Nabi tentang pentingnya meninggalkan hal yang tidak berarti dan mengisi waktu dengan kebaikan. اَلْحَمْدُ لِلّهِ، نَحْمَدُكَ اللَّهُمَّ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا لِطَرِيْقِكَ القَوِبْمِ وَفَقَّهْتَنَا فِي دِيْنِكَ الْمُسْتَقِيْمِ، نُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـمُصْطَفَى، وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ […]

Menjaga lingkungan bukan sekadar kepedulian sosial, tetapi bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ketika alam rusak, kita semua turut merasakan akibatnya.

Ketika masalah datang dan semua jalan terasa buntu, kepada siapa kita mengadu? Khutbah Jumat ini mengajak kita mengingat kembali bahwa Allah selalu dekat, mendengar doa, dan membuka pintu rahmat bagi hamba-Nya.

Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan ketidakpastian. Namun, Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam kekhawatiran. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi sulit yang kita hadapi? Marilah kita renungkan bersama melalui khutbah Jumat kali ini. Setiap orang pasti pernah berada pada titik kehidupan yang […]

Salah satu kado dan anugerah terindah Tuhan pada bangsa ini adalah dihadirkannya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di tengah-tengah warga Indonesia yang plural dan majemuk yang bahkan pernah menjadi presiden ke-4 Indonesia

Ucapan Selamat Tinggal hanya terhadap orang yang mencintai dengan kedua bola matanya. Sedang dia yang mencintai dengan jiwa dan hatinya, Tak ada kata perpisahan.

Kalau Presiden AS Donald Trump memiliki kebijakan luar negeri berorientasi "Make America Great Again", maka Gus Dur punya kebijakan yang diorientasikan pada persoalan dalam negeri "Make Indonesia Unified Again"

Kau, Gus Dur Tak mabuk kepentingan lagi mabuk jabatan Tidak yang mengataimu Seluruhnya pemabuk Mabuk kepentingan dan mabuk jabatan

Gus Dur mendefinisikan agama sebagai suatu kekuatan moral yang harus membentuk etika beragama dan bermasyarakat demi terciptanya suasana damai dan harmonis tanpa diskriminasi dan pertentangan

Arrahim Podcast episode kedua ini membincang soal "Gus Dur dan Sastra Pesantren" bersama Gus Haedar Hafeez

Pandangan Gus Dur sesuai dengan nalar Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, bahwa kelompok Islam eksklusif menggariskan pemahaman-pemahaman mereka dari dalil-dalil keagamaan secara tekstual dan tidak sesuai dengan metodologi penggalian hukum

Para tokoh agama memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan bahwa para takmir masjid dan pemerintah mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi penyandang disabilitas sehingga mereka dapat terpenuhi haknya untuk beribadah di masjid

Jadi, benar apa yang dikatakan Gus Dur bahwa agama itu untuk membawa kebaikan bagi sesama. Begitup pun dalam kajian Salakory ditemukan bahwa agama dan budaya menjadi satu untuk mengedepankan kemanusiaan.

Ayah saya baru mengetahui kalau saya menulis Gus Dur, satu bulan setelah Idul Fitri 2020. Lantas kami pun terlibat dalam sedikit percakapan tentang Menjerat Gus Dur. “Jadi dulu itu Gus Dur gak salah ya?” ia merespon cerita saya.
