Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Ulil Abshar Abdalla: Penting Membangun Otoritas Gagasan Yang Berbasis Pengalaman Kita Sendiri

1 min read

Source: monitor.co.id

Pentingnya kita membangun otoritas gagasan yang berbasis pengalaman kita sendiri di Indonesia, ” kata Ulil Abshar Abdalla dalam diskusi isu strategis Pribumisasi Islam pada Tunas GUSDURian 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (8/12) Siang.

” Saya di dalam beberapa waktu terakhir agak risau karena setiap kali kita berbicara seringkali mengutip otoritas dari luar. Entah itu otoritas yang bersumber dari tradisi islam, otoritas dari dunia arab ataupun otoritas yang bersumber dari dunia barat, ” ungkapnya.

” Saya tidak mengingkari pentingnya otoritas- otoritas itu karena kita juga tidak boleh tertutup, kita penting membuka diri kepada sumber- sumber pengetahuan yang datang. Tetapi reputasi islam Nusantara atau islam Indonesia atau islam pribumi itu tidak bisa tegak kalau kita sendiri muslim yang hidup di Indonesia ini tidak membawa otoritasnya sendiri, ” kata Ulil Abshar.

Menurut Ulil, ” Kalau kita punya imam syafii yang berasal dari abad ke 3 Hijriyah dan datang dari Mesir itu yang penting sekali dalam islam, menunjukkan kita berislam dikawasan melayu atau Asia Tenggara. Tapi kita juga harus membangun otoritas seperti itu. ”

Sebetulnya sudah banyak yang membangun otoritas seperti itu, di Indonesia salah satunya Gus Dur. Kalau kita tidak punya otoritas yang seperti itu ketika kita menerangkan suatu gagasan, kita kerepotan menerangkan detil- detilnya terlalu panjang. Tetapi kalau sudah jadi otoritas, memperpendek proses penjelasan, ” kata ulil pengampu ngaji ihya online.

Misalnya, lanjut Ulil ” Kalau kita mengatakan imam syafii selesai dalam pengertian banyak hal yang mestinya diterangkan sudah selesai karena imam syafii. Gus Dur sudah selesai , karena itu tentu tidak semua orang mempercayai otoritas gus dur tapi ada segmen masyarakat besar yang mempercayai otoritas Gus Dur. ”

Baca Juga  Wisuda Model Drive Thru, Ada Becak dan Sepeda

Source: ” kata Ulil.

Kita kurang sadar tentang pentingnya kesadaran membangun otoritas ini padahal level Gus Dur sudah jadi. Tetapi pasca Gus Dur harus ada juga. Ketika kita membangun satu pemikiran di dalam konteks gerakan Gusdurian atau Islam Nusantara atau Islam di Indonesia atau di NU pada umumnya, penting kita menyadari merujuk kepada teman – teman sendiri, ” Ujar menantu KH. Musthofa Bisri Rembang.

Karena saya melihat ada gejala misalnya, ketika kita membangun pemikiran, seolah- olah kita membangun dari nol. Ketika kita merumuskan gagasan kita seolah memulai dari baru. Saya ingin ketika kita berproses membangun satu gagasan jangan dari nol, pengetahuan kita harus kumulatif, ” tegas Ulil.

Jadi orang- orang sebelum kita yang sudah membangun pemikiran, kita sebut juga dengan begitu akan lahir otoritas. Kenapa lahir imam syafii yang seperti itu karena punya murid- murid yang mengabadikan pemikiranya dan kemudian di sunting dan dirujuk orang- orang sesudahnya, ” pungkasnya.

Jadi penting kita membangun otoritas yang ada di Indonesia pasca Gus Dur. Gus Dur sudah jadi otoritas kita kembangkan terus pemikiranya tapi orang- orang sesudah Gus Dur jangan dilupakan juga. Jangan sampai gerakan Gusdurian atau Islam Nusantara atau apapun dalam NU jangan memulai sesuatu dari awal, ” pinta Ulil Abshar.

Orang- orang sebelum kita sudah memikirkan apa yang sebagian kita pikirkan lalu dikembangkan dan kita abadikan istilah- istilahnya. Dengan menerapkan prinsip intertekstualitas, kita membangun otoritas, ” ujarnya.

Penulis buku Manusia Rohani itu juga menyampaikan ” Sangat penting membangun otoritas islam yang ada di Indonesia dengan merujuk orang- orang yang layak untuk kita rujuk dan abadikan pemikiranya. Jangan memulai pemikiran dari nol. Ingatlah orang- orang sebelum kita yang sudah mulai tradisi ini.”

Redaksi Redaksi Arrahim.ID