Redaksi Redaksi Arrahim.ID

Sarwono: Bagaimana Gus Dur membawa Kemaritiman dari Alam Bawah Sadarnya?

1 min read

Source: tribunnews.com

Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara yang memiliki banyak pulau dengan hampir 70% luas lautan lebih besar daripada daratan. Dan di era kepemipinan KH. Abdurrahman Wahid, Kementerian Eksplorasi Laut dibentuk pada bulan Oktober 1999.

Sarwono Kusumaatmaja yang menjabat sebagai Menteri Eksplorasi Laut 1999-2001, bercerita saat dirinya diangkat menjadi menteri eksplorasi laut di era Presiden Gus Dur. Saat Ia datang ke Istana Presiden dan berkempatan berbincang berdua dengan Gus Dur, dalam perbincangan itu Sarwono mengungkapkan ketidaksiapannya menjadi menteri eksplorasi laut, dengan alasan rencana studi pasca sarjana ke luar negeri, namun, siapa sangka jauh sebelum Gus Dur resmi menjabat sebagai Presiden, Sarwono sudah dipesankan untuk menjadi menteri eksplorasi laut oleh Gus Dur. Tepatnya pada tahun 1986, Gus Dur dan Sarwono ngobrol soal Laut (Maritim), di situ Sarwono baru teringat ucapan Gus Dur yang disampaikan kepadanya.

“Saya (Gus Dur) akan jadi Presiden, dan situ jadi mentrinya ngurusin laut!” Seru Gus Dur pada Sarwono di acara Golkar pada saat itu.

“Jadi, tahun 86 diobrolin dia yakin sekali akan menjadi Presiden, kemudian tahun 1999 saya dijadikan Menteri, walaupun saya sudah menganggap karir di pemerintahan itu udah lewat lah.” Lanjutnya.

Dari penuturan Sarwono pada percakapan tahun 1986, ada dua hal yang menjadi pembahasan, pertama soal-soal kemaritiman yang secara fasih diuraikan oleh Gus Dur dengan mengambil contoh perjalanan dua kerajaan besar di Nusantara yaitu, Majapahit dan Sriwijaya beserta jejak-jejak pengaruh (kekuasan) nya. Selanjutnya, soal wilayah kelautan.

“Penguasaan beliau dari yang makruh sampai detail itu luar biasa.” Ungkapnya kagum.

Kemudian Ia juga menjelaskan berbagai istilah mendasar di bidang kelautan dan kemaritiman yang sering dipertukarkan.

Baca Juga  Pemerintah Apresiasi Putusan Saudi Kedepankan Keselamatan Jemaah Haji

“Berbicara tentang kemaritiman kita berbicara tentang transportasi kapal, dan industri yang menunjang transportasi kapal itu. Itu adalah istilah yang digunakan dalam maritim” Jelas mentri eksplorasi era Gus Dur dalam diskusi tadi pagi.

Pada diskusi yang disiarkan di Channel TV9 dan fanpage Facebook KH. Abdurrahman Wahid Sarwono yang kini menjabat sebagai penasehat menteri lingkungan hidup dan kehutanan ini pun menerangkan bahwasanya, Indonesia belum menjadi negara maritim, karena identitas negara maritim ditandai dengan hadirnya armada niaga yang kuat dan didukung oleh armada tempur laut yang disegani. Seperti, Amerika Serikat, Denmark, Belanda, dan Inggris.

“Ketika kita berbicara tentang laut, kita berbicara tentang wilayah dan sumber daya alam, jadi, istilah laut dan kelautan itu merujuk kepada sumber daya dan wilayah. Maka, ketika nama KKP dirubah menjadi kementerian kelautan dan perikanan, saya terjemahkan sebagai Ministry of Marine a Fisheries and Fisheries, Karena maritim merujuk kepada soal-soal yang menyangkut transportasi laut.” Jelasnya melanjutkan.

Sarwono juga menjelaskan perubahan nama Kementerian Eksplorasi Laut menjadi KKP, berawal ketika dirjen perikanan memohon seluruh jajarannya pindah ke kementerian eksplorasi laut, yang kemudian disepakati oleh Megawati dengan memindahkan dirjen perikanan yang semula di kemeterian pertanian ke kementerian eksplorasi laut, dan dari sana ditambahkan nama perikanan. Lalu, agar cakupannya lebih luas DPR menyarankan istilah ekplorasi laut diganti dengan kelautan, hingga akhirnya menjadi KKP.

Pewarta : Syifa Arrahmah

Redaksi Redaksi Arrahim.ID